Kabupaten Tangerang | Antero.co – Keberadaan Mobil Siaga Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, dipertanyakan setelah seorang warga mengaku kesulitan mendapatkan bantuan kendaraan ketika istrinya dalam kondisi kritis dan membutuhkan pertolongan medis. Selasa (29/09/2026).
Mulyadi, warga Desa Pangkat, mengaku telah berupaya meminta bantuan melalui sejumlah pihak di lingkungan pemerintahan desa, mulai dari Ketua RT hingga pemerintah desa. Namun, menurut keterangannya, telepon yang dilakukan tidak mendapatkan respons. Dalam kondisi panik, Mulyadi akhirnya membawa istrinya menuju RSUD Balaraja menggunakan sepeda motor.
“Kemarin sore istri saya kritis di rumah. Kalau lambat sedikit dibawa ke RSUD Balaraja, pasti akibatnya akan parah. Saya minta bantuan kepada pemerintah Desa Pangkat, dari tingkat RT sampai kepala desa, tetapi tidak ada yang mengangkat telepon. Padahal saya sedang membutuhkan kendaraan Mobil Siaga Desa. Akhirnya terpaksa saya bawa istri saya pakai motor sambil diikat ke badan saya,” ujar Mulyadi, menceritakan pengalamannya.
Persoalan tersebut kemudian mendapat sorotan Edwar, Ketua LPK-RI DPD Banten. Ia meminta pihak Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Tigaraksa tidak mengabaikan persoalan pelayanan masyarakat Desa Pangkat serta meminta adanya penjelasan dan klarifikasi atas laporan yang telah disampaikan LPK-RI Banten. “Jangan tinggal diam tanpa keterangan, pembuktian, atau klarifikasi atas laporan LPK-RI Banten,” ujar Edwar.
Edwar juga mengatakan pihaknya berencana menyampaikan surat resmi kepada PPATK terkait dugaan yang menurutnya perlu ditelusuri mengenai aliran dana desa selama kepala desa menjabat. Ia menegaskan, langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mendorong transparansi dan pertanggungjawaban pengelolaan pemerintahan desa. “Kami berharap masyarakat tidak terbuai dengan janji-janji calon kepala desa ke depannya. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan semestinya dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Sampai berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Pangkat belum memberikan klarifikasi resmi terkait keberadaan, mekanisme penggunaan, serta alasan Mobil Siaga Desa tidak dapat digunakan dalam situasi yang dialami Mulyadi. Konfirmasi dari Pemdes Pangkat masih ditunggu untuk memperoleh penjelasan secara berimbang.
(BG)





