Bahaya Susu Kental Manis untuk Anak

oleh

Bahaya Susu Kental Manis untuk Anak Banyaknya produk susu di pasaran mengharuskan kita bersikap selektif dalam memilih susu. Pasalnya, susu memiliki kandungan berbeda. Ada susu yang baik untuk anak, orangtua, maupun remaja. Tapi, ada juga susu yang berbahaya seperti bahaya susu kental manis.

Susu kental manis yang jamak diketahui masyarakat diterpa kabar tak sedap belakangan ini. Banyak pakar yang meragukan manfaat susu kental manis atau manfaat minum susu kental manis setiap hari.

Kini pakar bilang, bahaya susu kental manis perlu diketahui semua orang agar masyarakat mampu bersikap lebih bijak dalam memilih susu.

Bahaya Susu Kental Manis untuk Anak

Terlebih, jika menyangkut anak-anak, apakah benar ada manfaat susu kental manis untuk anak-anak?

Ahli gizi, dr Dian Permatasari mengungkapkan bahwa susu kental manis mengandung gula lebih tinggi dari susu lain, seperti susu bubuk atau susu cair. Kandungan gula yang tinggi ini membuat susu kental manis sangat manis dan tidak cocok dikonsumsi sebagai susu harian.

Bahaya susu kental manis untuk anak-anak ya menumpuk gula dalam tubuh. Untuk orangtua, bisa terancam diabetes sebab kebanyakan menumpuk gula di tubuh.

Hentikan kebiasaan mengonsumsi susu kental manis secara rutin, ya. Apalagi minum susu kental manis sachet dengan tambahan gula, bahaya susu kental manis jadi berlipat ganda nanti, enggak baik.

Meskpun susu kental manis harga-nya rendah, tapi kalo bahaya susu kental manis besar banget gimana? Mending ningalin susu penuh lemak jenuh ini. Tubuh itu pemmberian yang harus dijaga dengan baik. Perlu ongkos juga, enggak asal murah terus diambil tanpa mempertimbangkan faktor kesehatan.

Susu yang baik dihasilkan dari proses pasterusasi yang ketat dan produksi yang bersih. Ahli nutrisi Emilia E. Achmadia mengungkapkan bahwa susu kental manis tidak dianjurkan. Perkataannya mengindikasin bahaya susu kental manis itu nyata.

“Tetapi saya tidak akan pernah menyarankan untuk mengkonsumsi susu kental, karena itu bukan susu. Itu adalah gula dengan rasa susu yang penuh dengan lemak,” ucap Emilia

Susu kental manis, alih-alih memberi manfaat dan mendatangkan kesehatan bagi tubuh malah menyumbat kesehatan tubuh dengan gula yang jika berlebihan dapat membawa pada berbagai penyakit mematikan, seperti obesitas, jantung, stroke.

Masa tumbuh kembang anak sebaiknya tidak didekatkan dengan bahaya, termasuk bahaya susu kental manis. Khasiat susu kental manis yang digembar-gemborkan selama ini justru dapat menjadi bumerang bagi masa depan anak.

Sebaiknya, sebagai orangtua yang bijak, kita memberikan susu bubuk atau susu cair sebab keduanya lebih baik dari susu kental manis atau biasa diesebut susu kaleng.

Bolehkah Anak 1 Tahun Minum Susu Kental Manis, Tetapi apakah susu kental manis itu boleh diminum oleh anak yang usianya masih terbilang kecil tersebut? Melihat kandungan dan sebagainya, belum lagi kandungan bahan kimia dari susu kental manis tersebut, yang merupakan buatan pabrik. Belum lagi susu yang hendak dikonsumsi tersebut mempunyai varian rasa, contohnya vanilla, dan coklat.

Bolehkah anak 1 tahun minum susu kental manis – Perbedaan Jenis Susu

Anda jangan menyamakan dengan susu UHT yang memang berdasarkan pendapat dokter boleh diberikan pada anak dengan usia 1 tahun lebih, yang penting tak mengakibatkan diare. Susu kental manis justru sebaliknya, dilarang.

Jika memang hendak memberikan susu kental manis, maka tunggulah hingga usia anak Anda hingga minimal 3 tahun. Ada alasan di balik itu semua, seperti yang diketahui bahwa sebagian besar kandungan susu kental manis yakni gula, 90% kandungan gula, sisanya susu sapi segar.

Penyakit diare yang biasa diderita oleh anak-anak penyebabnya adalah gula, apalagi jika anak Anda tak tahan pada susu kental manis.

ASI Lebih Dianjurkan

Dibandingkan memberikan susu kental manis kepada anak berusia 1 tahun, lebih baik memberikannya Air Susu Ibu (ASI). Sudah tidak diragukan lagi jika ASI itu adalah sumber nutrisi terbaik bagi anak kesayangan Anda.

Pemberian ASI juga memberikan dampak positif lainnya, yakni hubungan emosional ibu dan bayi akan lebih erat. Karena alasan tersebut maka ASI direkomendasikan tetap diberikan sampai dengan usia anak Anda 2 tahun, dan tentunya pemberian makanan padat ( atau sering disebut MPASI) tepat juga dibutuhkan, khususnya sesudah bayi berusia di atas 6 bulan.

Apabila memang Anda ingin memberikan susu formula pada bayi, maka sebaiknya Anda konsultasi dahulu ke tenaga medis profesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *