Baru 5 Minggu Dilepasliarkan, Elang Brontok Ditembak Mati Warga

Elang Brontok Ditembak Mati Warga
Elang Brontok gambar ilustrasi
Bagikan Ke:
ANTERO CO – Kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan hewan yang dilindungi tampaknya semakin menipis. Buktinya, belum lama ini, elang brontok telah menjadi sasaran orang yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Kenapa harimau jawa mengalami kepunahan – Sejarah Harimau Jawa

Burung yang baru dilepas selama 5 minggu oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam DIY (BKSDA) ditemukan tewas dengan luka tembak di sekujur tubuhnya. Bangkai burung yang dilindungi ditemukan setelah petugas memantau radar yang dipasang di tubuh burung ketika dilepaskan, tidak bergerak. Ketika dikunjungi ke lokasi, ditemukan bahwa burung itu telah ditembak sehingga tidak bisa bergerak, mengalami dehidrasi dan akhirnya mati.

Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA DIY, Andie Chandra Herwanto mengatakan, sebelumnya elang tersebut dilepasliarkan di Hutan Katongan Nglipar, Gunungkidul pada Februari 2018 silam.

“Baru lima pekan, burung itu ditembak orang sampai mati,” katanya,

Diharapkan oleh Andie, kasus penembakan pada elang tidak terulang lagi. Pemerintah, katanya, akan mengambil langkah untuk melindungi burung elang tersebut karena jumlahnya yang semakin sedikit dan termasuk hewan endemic.

“Menurunnya populasi disinyalir karena habitat asli berkurang karena rusak, seperti di DIY hutan konservasi cakupannya sangat kecil, tetapi dengan adanya hutan seperti di Gunungkidul semakin membaik menjadi peluang untuk lokasi rilis raptor,” kata Andie.

Terkait jumlah populasinya sendiri saat ini baru akan diinventarisir terutama berfokus di Gunungkidul dan Kulonprogo. Rilis atau pelepasliaran ini juga berfungsi untuk melihat habitat asli burung tersebut, lokasi mana yang paling pas.

Dikatakan Andie sebelumnya pada Selasa (30/10) lalu dilakukan penandaan (tagging) pada elang yang dirilis sebagai tahap akhir sebelum dilepasliarkan, Senin (5/11). Penandaan menggunakan cincin atau ring pada kaki, selain itu elang juga dipasang potongan kain kuning di bagian sayap lengkap dengan ID BKSDA DIY beserta nomor Handphone Quick Response. Proses penandaan digunakan untuk memudahkan monitoring pasca pelepasliaran.

Kepala BKSDA DIY Junita Parjanti, melalui siaran persnya mengharapkan semua pihak, termasuk masyarakat semakin sadar dan aktif dalam membantu upaya konservasi.

“Undang-undangnya ada dan sudah jelas. UU no 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya sehingga kegiatan yang melingkupi perburuan, perdagangan dan kepemilikan terhadap satwa tersebut [dilindungi] adalah illegal, dan bisa diancam dengan pidana sampai dengan lima tahun atau denda sampai dengan Rp100 juta,” ujarnya.

  • harga elang brontok
  • harga elang brontok hitam
  • elang brontok fase gelap
  • elang brontok dilindungi
  • anakan elang brontok
  • elang brontok dewasa
  • elang brontok dm
  • klasifikasi elang brontok
Baru 5 Minggu Dilepasliarkan, Elang Brontok Ditembak Mati Warga
5 (100%) 3 votes
Loading...

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Salam kenal semuanya, jangan lupa berlangganan artikel dari kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *