Dua Korban human trafficking Asal Serang Berhasil Selamatkan

oleh
Dua Korban human trafficking Asal Serang Berhasil Selamatkan

ANTERO.CO KAB.SERANG – Dua korban perdagangan manusia (human trafficking), berinisial ES warga kampung Ciwaluran, Desa Pabuaran dan RH warga Kadungbangban, Desa Pasanggarahan, Kecamatan Pabuaran, bisa bernafas lega setelah bisa kembali ke rumahnya.

Keduanya nyaris jadi penghuni Lokalisasi Amin Jaya, Desa Sungai Pakit, Kecamatan Pangkalan Banteng, setelah diiming-imingi oleh Dian berupa pekerjaan di restoran dengan gaji tinggi.

Hampir satu minggu kedua korban dipaksa bekerja di sebuah kafe untuk menemani tamu, namun keduanya menolak untuk melayani hubungan badan dengan tamu, sehingga membuat pemilik kafe marah.

”Kalau sampaean (anda) enggak mau short time dengan tamu, bagaimana caranya bisa bayar utang ke saya,” tutur ES menirukan ucapan sang germo.

Karena pekerjaan yang dijanjikan tidak sesuai dengan kenyataan, akhirnya ES menghubungi salah seorang anggota keluarganya di Serang, memberitahu jika dirinya dan RH kini sedang berada di Kalimantan dipaksa menjadi PSK di Lokalisasi Amin Jaya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang mendapat informasi dua warganya menjadi korban human trafficking, langsung berkoordinasi dengan Polres Serang dan Dandim 0602 Serang. Setelah itu, mereka melakukan koordinasi dengan Kapolres dan Dandim 1015 Sampit, guna memastikan keamanan dan keberadaan kedua korban.

Sementara itu Dinas Keluarga Berencana Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Serang telah menyerahkan dua korban human trafficking kepada keluarga mereka masing-masing di Kampung Ciwaluran, Kecamatan Pabuaran, Serang, Sabtu (27/01/2018) malam.

Penyerahan kedua korban berinsial ES dan RH tersebut disaksikan oleh unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan Pabuaran dan aparat desa setempat.

Sebelum diserahkan kepada keluarganya, kedua korban sempat diperiksa di RSUD Serang, untuk memastikan kondisi kesehatan keduanya, baik secara fisik dan psikologis.

“Kedua korban sudah diserahkan ke keluarga masing-masing. Tapi, sebelum diserahkan, kami periksakan mereka ke rumah sakit untuk memastikan keduanya sehat fisik dan psikisnya,” ujar Oyon Suryono, Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Serang, Minggu (28/1/2018) kemarin.

Oyon melanjutkan, orang tua salah satu korban, H Ahmad, mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Serang yang sudah berhasil menylokelamatkan putrinya dari perdagangan manusia. Oyon juga mengatakan, bahwa ES masih trauma.

”ES berpesan kepada seluruh wanita untuk tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Apalagi jika ada yang mengajak bekerja dengan memberikan janji bahwa pekerjaan yang ditawarkan tersebut bergaji tinggi dan tidak relevan,” lanjut Oyon, menirukan ES.

Orang tua korban, Ahmad, mengaku terharu atas kepulangan putrinya dengan bantuan semua pihak. ”Pertama saya mengucapkan terma kasih kepada ibu bupati yang begitu peduli dengan anak kami, sehingga berhasil kembali pulang dengan selamat ke rumah,” ujarnya.

Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati mengapresiasi tinggi Bupati Serang yang melakuan langkah cepat menyelamatkan dua orang waganya yang menjadi korban human trafficking.

”Apresiasi tinggi buat Bupati Serang. Usut tuntas sindikat perdagangan orang, negara tidak boleh kalah, dan edukasi harus sampai ke akar rumput,” ujarnya.

Dalam proses penyelamatan dua warga Serang ini, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah sempat menghubungi Bupati Kobar Nurhidayah setelah mengetahui dua warganya nyaris dijual ke lokalisasi RT 12 Desa Sungai Pakit, Kecamatan Pangkalan Banteng.

Ratu Tatu mengungkapkan, praktik perdagangan manusia yang tujuannya untuk dijadikan pekerja seks komersial harus diberantas. Kerjasama lintas pemerintahan daerah perlu dilakukan.

“Saya sudah kontak langsung dengan Bupati Kobar, dan kita sudah dapatkan penjelasan terkait masalah itu,” katanya, Minggu (28/01/2018).

Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati mengapresiasi tinggi Bupati Serang yang melakuan langkah cepat menyelamatkan dua orang waganya yang menjadi korban human trafficking.

”Apresiasi tinggi buat Bupati Serang. Usut tuntas sindikat perdagangan orang, negara tidak boleh kalah, dan edukasi harus sampai ke akar rumput,” ujarnya.

Menurutnya, Bupati Kobar berkomitmen dalam memberantas kejahatan kemanusiaan tersebut, terutama dalam hal penertiban lokalisasi yang menjadi pemicu terjadinya perdagangan orang (human trafficking).

“Akan dilakukan penertiban, karena sudah masuk dalam program 2019 bebas prostitusi di Kabupaten Kobar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program penertiban untuk mewujudkan Kobar bebas prostitusi itu bukan semata-mata reaksi atas munculnya kasus human trafficking membuat dua warga Serang disekap dan dipaksa melayani para pria hidung belang di lokalisasi itu.

“Program ini sudah kita canangkan, dan pelaksanaanya sudah kita rencanakan. Namun semua tidak bisa dilakukan secara serampangan. Dilakukan bertahap agar efek di belakang bisa diminimalisir,” terangnya.

Human Trafficking atau Perdagangan manusia adalah segala bentuk jual beli terhadap manusia, dan juga ekploitasi terhadap manusia itu sendiri seperti pelacuran (bekerja atau layanan paksa),perbudakan atau praktek yang menyerupainya, dan juga perdagangan atau pengambilan organ tubuh manusia. (FH/NJR)

Nilai Kualitas konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *