Dugaan Pungli Di SMPN 2 Ciruas, Dindik Kab.Serang Di duga Tutup Mata

oleh
Dugaan Pungli Di SMPN 2 Ciruas, Dindik Kab.Serang Di duga Tutup Mata
Dugaan Pungli Di SMPN 2 Ciruas, Dindik Kab.Serang Di duga Tutup Mata

KAB.SERANG. Terkait Dugaan Pungutan Liar (Pungli) sampul raport yang di lakukan Kepala Sekolah SMPN 2 Ciruas yang berlokasi di Jalan Ciptayasa KM.5, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, di duga Dinas Pendidikan tutup mata.

Wali Murid SMP Negeri 2 Ciruas  keluhkan adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah.

AD Salah seorang wali murid mengungkapkan Pungutan yang dibebankan pihak sekolah untuk biaya sampul raport yang besarannya mencapai Rp50 ribu itu terlalu mahal.

Permendikbud yang ditetapkan dan diundangkan pada 30 Desember 2016 sangat clear. Bahwa pihak sekolah sama sekali tidak boleh melakukan pungutan, hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 10, Pasal 11 dan Pasal 12.

“Dalam pasal itu sangat jelas, tidak boleh Sekolah atau Komite Sekolah mengambil atau melakukan pungutan,” tandasnya.

Menurut informasi yang di himpun awak media, Siswa yang dipungut uang raport mulai dari siswa kelas 7 hingga kelas 9. Adapun uang raport sendiri dipungut oleh pihak sekolah sebelum dilaksanakannya Ujian Nasional (Unas) yang digelar pada 4 – 11 Desember kemarin”.

Menurut Adeng Jaenuri selaku humas SMPN 2 Ciruas mengatakan sampul rapot siswa tidak diwajibkan untuk membeli.

Namun terkait hal ini, Ridwan, salah satu guru di sekolah tersebut mengakui jika kebijakan mengambil uang raport kepada siswa dilakukan, karena mengikuti sekolah lainnya yang juga melakukan pungutan yang sama.

“Kami mengikuti sekolah lain yang sudah melakukan pungutan terlebih dahulu. Salah satu sekolah yang sudah melakukan pungutan yakni SMP Negeri 1 Ciruas,” ujar Ridwan.

Ketika awak media mengkonfirmasi  kepala sekolah (Kepsek) Subrata S.Pd.I tidak ada di tempat tempat. (jar/FH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *