Fakta Baru Kasus Munir, Menguak Dalang Pembunuhan, ‘Sandi’ hingga Polisi Bisa ‘Buka Kasus’ Lagi

Fakta Baru Kasus Munir, Menguak Dalang Pembunuhan, 'Sandi' hingga Polisi Bisa 'Buka Kasus' Lagi
Bagikan Ke:
Siapa dalang dibalik kasus pembunuhan aktivis Munir Said Thalib hingga kini belum terungkap.

Meski kini polisi mengatakan belum menutup kasus, bahkan ada kemungkinan membukanya bila ditemukan bukti baru.  

Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto mengatakan kasus pembunuhan pegiat hak asasi manusia Munir Said Thalib 14 tahun lalu dapat dilanjutkan apabila terdapat fakta baru.

“Apabila ditemukan fakta kasus Munir terbaru, maka Polri pasti akan melakukan, melanjutkan penyidikan itu,” kata Arief seperti dilansir Antaranews.com, Sabtu (8/9/2018).

Arief Sulistyanto menyebut dalam kasus Munir yang terjadi pada 2004, Polri sudah melakukan langkah yang cukup signifikan dalam proses penyidikan kasus Munir.

Dalam proses penyidikan sejak 2004, Polri memberkas perkara sebanyak empat berkas perkara dengan empat tersangka yang disebutnya semuanya sudah menjalani hukuman dan sudah selesai, yakni Pollycarpus Budihari Priyanto.

Arief yang pada 2004 menjadi salah satu tim penyidik kasus Munir menilai pembuktian menjadi suatu hal yang rumit.

Arief menekankan dalam proses penyidikan tidak terdapat buka dan tutup, yang ada adalah memulai dan menyelesaikan.

Memulai ketika Polri mengirimkan surat perintah pemberitahuan dimulainya penyidikan pada jaksa penuntut umum, kemudian ketika sudah selesai dan dinyatakan P21 maka perkara dianggap sudah selesai.

“Memang ini mekanismenya sehingga tidak ada istilah kapan dibuka. Kami tidak pernah menutup. Jadi kasus ini ada kemungkinan masih berjalan kalau ditemukan bukti. Ditemukan fakta hukum baru untuk pengembangan kasusnya,” Kabareskrim.

Polri, dikatakannya kini sedang mencari fakta kasus Munir baru karena tidak pernah ada penutupan perkara dan masih terus berkembang.

Dalang di Balik Pembunuhan Munir

Siapa dalang di balik pembunuhan aktivis Kontras, Munir Said Thalib hingga kini belum terungkap.

Seperti diketahui, Munir dihabis menggunakan racun arsenic di pesawat Garuda Indonesia pada 7 September 2004.

Bekas Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Indra Gunawan yang diduga terlibat dalam kasus ini secara tidak langsung, akhirnya mendekam di bui.

Namun, dia dianggap punya peran besar dalam pengungkapan fakta baru dalam kasus pembunuhan yang diduga dilakukan agen rahasia tersebut.

Akibatnya, Pollycarpus Budihari Prijanto pun mendekam di bui, dia baru saja dibebaskan.

Ada fakta penting dalam kasus ini, menurut sumber Warta Kota, yang merupakan anggota Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, yang minta identitasnya tidak diungkap.

“Jadi, sumber TPF Munir menjelaskan, ada pihak yang memang dipanggil ke sebuah negara untuk bertemu dengan petinggi di sana, pihak ini yang diduga mendapat order, tapi dia salah menerjemahkannya, sehingga Cak Munir Said Thalib dibunuh,” katanya.

Menurut sumber Warta Kota ini, pihak yang berangkat ke sebuah negara itu adalah orang yang dikenal, dia juga yang kemudian disebutkan namanya oleh sumber TPF Munir dari sebuah kedutaan.

Jadi, orang ini kemudian mengambil sikap untuk melakukan pembunuhan ini.

Dengan skenario yang tentu saja berbelit, akibatnya hanya Pollycarpus Budihari Prijanto yang dibui atas dasar fakta baru rekaman penyadapan pembicaraan antara dia dan Indra Gunawan tersebut.

Saat itu sejumlah sandi untuk orang tertentu disebut seperti Petruk untuk Jaksa Agung kala itu dan nama-nama lainnya termasuk tokoh yang dikenal luas dengan sebutan-sebutan wayang.

Menurut sumber Warta Kota itu, perintahnya memang untuk membunuh, tapi tidak disebutkan namanya hanya ciri-ciri orang yang akan dibunuh.

“Itulah yang jadi dasar mereka melakukan aksi keji ini,” katanya.

Sejumlah kalangan menilai pengungkapan kasus pembunuhan Munir Said Thalib memang dapat dilakukan jika ada keseriusan.

Sumber Warta Kota di Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir menjelaskan, ada pihak yang memasok data untuk TPF Munir, TPF ini dibentuk untuk menguak kasus Munir yang diisi kalangan aktivis di antaranya Hendardi, Munarman, Usman Hamid.

TPF Munir juga diisi oleh pihak penyidik dari kepolisian dan kejaksaan, tapi laporan TPF Munir telah seluruhnya disampaikan ke pihak pemerintah.

“Sudah disampaikan semuanya, tapi memang yang jadi sumber adalah pihak sekretaris kedutaan (salah satu kedutaan besar) di Indonesia,” kata sumber yang tidak bersedia disebut namanya, Sabtu (1/9/2018).

Sumber ini terlibat langsung dalam pencarian fakta pembunuhan Munir di pesawat Garuda Indonesia dalam melakukan penerbangan ke Bandara Schipol di Amsterdam, pesawat lebih dulu transit di Bandara Changi, Singapura.

Pasokan data itu, menurut sumber, terkait dengan data penumpang pesawat dan pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam kasus pembunuhan Munir Said Thalib.

“Skenario data itu dari dia, dia bertugas hanya selama TPF bekerja dan kemudian kembali ke negaranya, kami selalu ke sana,” kata sumber tersebut.

Jadi, memang datanya sebagian di antaranya memang pasokan sekretaris sebuah negara tersebut.

Menurut dia, sepertinya pihak itu mengetahui skenario pembunuhan Munir.

“Dia tahu persis susunannya, padahal dia tidak ikut melakukan perjalanan,” katanya.

Pembunuhan itu dilakukan dengan sangat ‘dingin’ di pesawat, pelaku dengan mudah menjalankan misinya untuk meracuni konsumsi Munir Said Thalib dengan racun mematikan, arsenic.

Tidak ada yang bisa membantu Munir Said Thalib karena reaksi arsenic sangat cepat dan skenario pembunuhan itu memang dilakukan saat pesawat mengudara agar korban tidak bisa ditolong.

Fakta Baru Kasus Munir, Menguak Dalang Pembunuhan, ‘Sandi’ hingga Polisi Bisa ‘Buka Kasus’ Lagi
Loading...

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Salam kenal semuanya, jangan lupa berlangganan artikel dari kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *