Gejala Sakit Difteri Pada Anak dan Cara Menanganinya

oleh
5/5 (2)
Gejala Sakit Difteri Pada Anak dan Cara Menanganinya
Gejala Sakit Difteri Pada Anak dan Cara Menanganinya

Gejala Sakit Difteri Pada Anak dan Cara Menanganinya – Tanda-tanda, karakteristik, dan gejala anak-anak yang terkena penyakit difteri harus diketahui oleh setiap orang tua. Karena difteri adalah penyakit berbahaya yang sangat mudah menular dan bisa berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.

Baca: Mengobati Muntah Pada Anak, Penyebab Anak Muntah

Gejala Sakit Difteri Pada Anak dan Cara Menanganinya, gambar penyakit difteri, pencegahan difteri, perawatan difteri, antibiotik untuk difteri, difteri pdf, bahaya difteri, penyakit difteri disebabkan oleh virus, cara mengobati difteri secara alami, Difteri – Gejala, penyebab dan mengobati

Difteri umumnya menyerang bayi dan anak-anak dalam rentang usia 1-9 tahun, tetapi beberapa kasus difteri juga dapat terjadi pada bayi, remaja, dan bahkan orang dewasa.

Dalam artikel sebelumnya caramanjur.com telah membahas penyakit difteri lengkap tentang bagaimana difteri dapat muncul, apa salahnya, bagaimana penyakit itu ditularkan, dan langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Baca: Manfaat Mengajak Anak Bermain di Taman

Jika Anda belum membacanya, maka sebaiknya kunjungi artikel ini:

Dan pada kesempatan ini kami akan mencoba untuk meninjau apa saja tanda-tanda anak-anak terpapar difteri dan bagaimana cara mengenalinya sehingga Anda tidak terlambat memberikan penanganan yang tepat.

10 Tanda Gejala Awal Anak Terkena Difteri

1. Sakit Tenggorokan

Tanda pertama seorang anak dengan difteri sedang mengalami rasa sakit di tenggorokannya. Akibatnya anak akan mengalami rasa sakit pada saat menelan makanan.

Memang, tidak semua sakit tenggorokan adalah tanda anak Anda terkena difteri, tetapi ketika wabah difteri dipukul seperti sekarang ini tidak ada salahnya untuk waspada.

Kami juga telah menyusun artikel yang dapat membantu Anda mengenali perbedaan antara sakit tenggorokan normal dan sakit tenggorokan akibat difteri. Anda bisa membacanya disini

Setelah sakit tenggorokan, biasanya akan segera diikuti oleh gejala lain seperti di bawah ini.

Baca: Bahaya Susu Kental Manis untuk Anak

2. Muncul Selaput Berwarna Putih Abu-abu Pada Tengorokan dan Amandel

Karakteristik difteri pada balita dan anak-anak paling umum maka Anda akan melihat membran tebal berwarna putih atau abu-abu pada tenggorokan dan amandel anak-anak.

Membran ini disebut membran pseudomembran.

Membran pseudomembran terbentuk dari tumpukan sel yang mati karena dihancurkan oleh racun difteri. Kadang-kadang juga bisa muncul di rongga hidung.

Membran ini sangat melekat pada jaringan di bawahnya, jadi jika diangkat / dikelupas akan mengalami perdarahan.

Lihat contoh gambar tenggorokan anak-anak yang terkena difteri di bawah ini:

 

contoh gambar tenggorokan anak-anak yang terkena difteri
contoh gambar tenggorokan anak-anak yang terkena difteri

Munculnya membran abu-abu di tenggorokan adalah cara termudah untuk mengenali difteri pada anak-anak.

Jika Anda melihat ini kepada anak Anda, maka jangan ditunda lagi untuk segera pergi ke dokter atau unit layanan kesehatan terdekat.

3. Demam

Gejala-gejala awal seorang anak dengan penyakit difteri yang paling umum adalah demam.

Demam anak-anak yang terkena difteri sangat khas, biasanya tidak terlalu panas tinggi (± 38o C) tetapi kadang disertai kedinginan.

4. Leher Menjadi Bengkak

Selain menyebabkan peradangan di tenggorokan yang menyebabkan rasa sakit saat menelan, difteri juga bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening atau getah bening.

Ini ditandai dengan terjadinya pembengkakan di leher atau sering disebut sebagai leher banteng.

5. Pernapasan Sulit dan Suara Menjadi Kasar

Gejala difteri pada anak berikutnya adalah perubahan suara pada anak-anak disertai kesulitan bernafas.

Anak-anak yang terpapar difteri akan mengalami gangguan pada sistem pernapasan, ini terjadi karena racun dari bakteri difteri yang terus menghancurkan sel-sel sehat juga merusak saraf pernafasan.

Anak-anak yang terpapar difteri sering menghasilkan bunyi yang khas seperti mendengkur (stridor) karena penyempitan saluran napas.

6. Ruam muncul di kulit

Gejala difteri pada anak-anak juga bisa disertai dengan munculnya ruam pada kulit.

Ruam karena penyakit difteri sangat khas, biasanya kemerahan dan menyebabkan kulit menjadi meradang.

Pada kasus yang berat, terutama pada jenis difteri kulit (difteri kulit) dapat muncul ulkus yang cukup berat hingga bisul disertai perasaan yang sangat menyakitkan.

7. Batuk Keras

Karakteristik difteri pada anak-anak juga dapat dicirikan oleh gejala batuk yang berat.

Karena batuk difteri dapat menyebabkan rasa sakit dan kadang-kadang pasien akan mengeluarkan sektret yang disertai darah.

8. Dingin Dengan Sekresi Khas

Anak-anak yang terpapar difteri juga dapat mengalami flu biasa. Pada awalnya ingus (sektret) mengeluarkan encer, tetapi secara bertahap menjadi tebal dan berwarna kuning kehijauan dan bisa disertai darah.

9. Tubuh Menjadi Lemas Dengan Nafsu Makan Menurun

Cara mengenali munculnya difteri pada anak juga bisa dilihat dari penurunan nafsu makan yang diiringi oleh tubuh menjadi lemah.

10. Jantung Tusukan Tidak Beraturan

Tanda-tanda anak-anak yang terkena penyakit difteri terakhir yang mengubah detak jantung menjadi tidak menentu.

Anak-anak dengan difteri mungkin mengalami palpitasi jantung. Ini terjadi karena racun yang dihasilkan oleh bakteri diphtheria dapat terbawa oleh darah dan mengganggu kerja jantung.

Fenomena ini telah dikategorikan berbahaya karena racun difteri telah mencapai jantung.

Difteri adalah penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian
Bahaya difteri ada pada racun yang disebut exotoxin yang dihasilkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.

Jika anak dengan difteri tidak mendapatkan perawatan segera, maka racun ini dapat dibawa oleh darah dan merusak ginjal, jantung, sistem saraf, dan otak.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang bakteri ini dan bagaimana hal ini bisa sangat berbahaya, kami sarankan Anda untuk membaca artikel ini:

Bakteri Penyebab Wabah Penyakit Difteri

Yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Menemukan Tanda-tanda Anak Terkena Penyakit Difteri:

Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus diambil orang tua jika mereka menemukan gejala difteri pada anak-anak:

Jika Anda menemukan atau mencurigai adanya tanda penyakit difteri di atas pada anak Anda maka jangan ragu untuk segera memeriksakannya ke unit kesehatan terdekat. Lebih baik waspada daripada terlambat. Kalaupun ternyata gejalanya bukan penyakit difteri, Anda tidak akan rugi sama sekali.

Jika anak didiagnosis dengan difteri positif, anak akan menerima perawatan khusus termasuk prosedur isolasi.

Semua anggota keluarga dari rumah tangga harus mendapatkan pemeriksaan oleh dokter / staf departemen kesehatan untuk memutuskan rantai penularan. Periksa juga apakah mereka pembawa (pembawa bakteri tetapi tampak sehat) dan dapatkan perawatan sesuai prosedur.

Jika anak didiagnosis dengan difteri maka lakukan isolasi pada barang yang digunakan anak seperti mainan, kacamata dsb kemudian lakukan pensterilan. Cara termudah adalah mencucinya menggunakan sabun antiseptik sampai benar-benar bersih.

Anggota keluarga yang tidak menderita difteri sangat dianjurkan untuk imunisasi difteri.

Jika status imunisasi anak dan anggota keluarga lainnya tidak lengkap maka segera dilengkapi sesuai usia.

Setelah mendapat suntikan imunisasi kadang terjadi reaksi seperti pembengkakan dan demam. Jangan panik. Untuk mengatasinya bisa dengan minum obat penurun panas, rajin minum jus buah atau susu, dan konsultasikan ke dokter jika ini tidak terasa gejalanya berkurang.

Patuhi semua instruksi dan prosedur dari Dokter / Petugas Layanan Kesehatan.

Ingatkan orang-orang terdekat Anda dengan membagikan artikel ini kepada mereka. Jangan biarkan difteri merenggut sukacita anak-anak kita. Berbagi adalah peduli!

Loading...

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Salam kenal semuanya, jangan lupa berlangganan artikel dari kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *