HUT Provinsi Banten ke-18, Momen Kebangkitan Kejayaan Banten Lama

oleh
HUT Provinsi Banten ke-18, Momen Kebangkitan Kejayaan Banten Lama

ANTERO.CO – PESTA Rakyat Banten akan digelar bersamaan dengan pelaksanaan HUT ke-18 Provinsi Banten di wilayah Banten Lama.

Penyelenggaraan HUT Banten di lokasi Banten Lama disebut pada saat yang sama menjaga momen sejarah kemenangan Banten Lama saat ini sambil menjalani revitalisasi.

“Nanti pada tanggal 4 Oktober kita akan mengenakan pakaian kesultanan Banten. Ini memang untuk menandakan bahwa kejayaan Banten Lama harus kembali,” kata Gubernur Banten, Wahidin Halim, Kamis (27/9/2018).

Apalagi nantinya setelah anggaran 2018 revitalisasi kawasan Banten Lama rampung menurut mantan Wakil Ketua Komisi II DPR-RI ini akan ada pembangunan pengayaan keidentikan sejarah yang pernah menjadi simbol kejayaan Islam di Banten.

Kawasan Sejarah Banten Lama

Maka itu kata Gubernur, setelah menata pedagang lebih rapi dengan membuat atap, saat ini sudah terpasang 8 payung persis modelnya seperti yang berada di Masjid Nabawi dengan lantai marmer. Pemprov juga sudah membebaskan lahan di wilayah itu. Sebab nantinya akan dibangun perluasan kawasan sejarah Banten Lama.

“Kami sudah beli lahan di kawasan itu seluas 5 hektar. Karena nanti program selanjutnya selain membangun pondok pesantren, pusat oleh-oleh khas Banten dan akan dibuat perkampungan alami yang khusus menggunakan bahasa Arab. Tapi ada juga rencananya pembangunan berarsitektur keidentikan sejarah di Banten yang sudah hilang,” ucapnya.

Menurut pria yang akrab disapa WH itu masyarakat sekitar akan diberdayakan. Pemprov Banten juga sudah mengantongi solusi kepada masyarakat yang sampai sekarang kerap dimintai uang dari orang yang berada di sekitar kawasan sejarah Banten Lama.

“Mereka nantinya akan dilebur ke dalam manajemen Banten Lama. Yang biasa memungut uang ke pengunjung akan diangkat menjadi petugas di bawah manajemen Banten Lama,” kata Wahidin.

“Saya ingin kalau Banten Lama maju. Masyarakat Banten juga akan maju sesuai dengan semangat para Wali dan Kesultanan atau Raja di Banten terdahulu,” sambungnya.

Ia menyebut masyarakat sekitar juga harus mengubah pola pikir untuk maju. Sehingga keberadaan yang dulu dan pasca-revitalisasi bisa mengangkat harkat rakyat Banten.

“Ayo datang pas acara HUT Banten, memang pada momen itu proses pembangunan belum semuanya selesai. Tapi di tahun ini akan rampung bisa dinikmati bersama,” papar mantan Wali Kota Tangerang dua periode ini.

Seperti diketahui revitalisasi kawasan sejarah Banten Lama juga memprogramkan akses perbaikan jalan menuju tempat yang nantinya dijadikan wisata religi, dengan nilai anggaran total sekitar Rp. 200 miliar.

Pelaksanaan HUT Banten pada 4 Oktober 2018 akan diisi kunjungan ziarah ke makam Sultan Maulana Hasanudin dan kerabat. Ada juga hiburan untuk mayarakat paramotor yang akan mengitari kawasan sejarah Banten Lama.

Gubernur Pastikan Revitalisasi Banten Lama Selesai Sesuai Target

Pemerintah Provinsi Banten ingin membuat kawasan penunjang pariwisata. Di mana di dalamnya terdapat kios-kios untuk menjajakan berbagai cendera mata khas dari Keraton Kesultanan Banten.

“Semua jalur sudah kami atur, bagaimana alur masuk dan keluar penziarah, sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar Keraton Kesultanan Banten” tutur Wagub.

Progres kegiatan revitalisasi sampai hari ini sudah mencapai 30 persen.

“Sudah terpasang 3 payung Madinah, hamparan marmer-marmer juga sudah terpasang, serta gerbang depan juga sudah ada, semua Alhamdulillah berjalan dengan baik dan diharapkan dapat selesai di bulan November untuk tahap awal,” papar Andhika.

Kegiatan Revitalisasi Banten Lama ini diharapkan dapat menjadi ikon internasional untuk Indonesia. Muaranya, dapat terwujud Keraton Kesultanan Banten sebagai destinasi wisata religi untuk tingkat internasional.

Revitalisasi tak Mengubah Identitas Banten Lama

HUT Provinsi Banten ke-18, Momen Kebangkitan Kejayaan Banten Lama
Basic design of Banten Lama

Penataan kawasan Banten Lama di Kecamatan Kasemen Kota Serang dipastikan tidak akan mengubah nilai-nilai budaya maupun identitas ikon Provinsi Banten tersebut. Dalam proses revitalisasi tersebut, Pemprov Banten melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten. “Yang pasti kita sudah koordinasi dengan Balai Pelestarian Budaya. Dan mereka menyupport itu. Biar kita enggak salah langkah,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) M Yanuar, Jumat (9/2/2018).

Ia menjelaskan, ada zona-zona yang memang menjadi wilayah terlarang untuk diubah, seperti bangunan cagar budaya.”Ada zona inti, makanya ada pendampingan dari mereka (Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten). Jangan sampai penataan yang kita lakukan, dari sisi kebudayaannya karakteristik kebantenannya malah hilang atau berkurang. Pak Gubernur juga minta jangan terlalu mencolok marmernya, jangan warna-warni,” kata Yanuar.

Baca juga: HUT Provinsi Banten ke-18, Gubernur Hadiahi Marmer untuk Banten Lama

Ia mengungkapkan, pada 2018 ini penataan kawasan Banten Lama dimulai dari pekerjaan plaza, pendestrian keliling surosowan, akses masuk area kawasan, pekerjaan ruang terbuka publik Keraton Kaibon, amphitheater (panggung terbuka), dan rehab jembatan rantai. “Basic design-nya sudah ada, kan udah mau proses lelang. Nanti hasil dari lelang manajemen konstruksi itu didetailkan berdasarkan basic design yang ada. Contoh, kan ada benda cagar budaya di tempat parkir, di tempat PKL juga ada. (Desain) Itu kan belum. Kalau melihat di gambar itu sepertinya marmer semua, padahal kan tidak,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan ini.

Ia mengatakan, saat ini masih dilakukan proses lelang untuk jasa manajemen konstruksinya (MK). “Jadi nanti lebih detail lagi. Kurang lebih April lah mulai fisik. Itu disusun oleh jasa MK, yang menyempurnakan itu. Detailnya nanti kelihatan, misalnya dihitung tiang listrik berapa, harganya berapa. Jadi yang melakukan MK ini mengawasi sekaligus merancang bangun,” tuturnya.

Untuk merevitalisasi kawasan Banten Lama tahap awal tersebut, dianggarkan sekitar Rp 100 miliar.”Sekitar Rp 100 miliar. Fisik itu sekitar Rp 70 miliar. Kemudian untuk pembebasan lahan 4,3 hektare sekitar Rp 22 miliar, dan sisanya untuk jasa MK dan persiapan-persiapan,” ujarnya. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, wajah Banten Lama berubah signifikan.”Pak Wagub juga bilang banyak yang dukung, beliau sudah ketemu BPJS Ketenagakerjaan, BI, dan BJB,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan lainnya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yaitu menormalisasi kanal yang berada di kawasan wisata religi tersebut. Tak tanggung-tanggung, Rp 100 miliar disiapkan pemprov dengan mekanisme tahun jamak (multiyears). “Di mulai tahun ini dan ditarget selesai tahun besok. Total anggarannya Rp 100 miliar,” kata Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Hadi Soeryadi, ditemui di Masjid Raya Albantani, KP3B, Kota Serang, kemarin. Kanal tersebut akan diaktifkan kembali dengan mengaliri air laut ke dalam kanal tersebut dan kembali dialiri ke laut. Atau dialiri air yang bersumber dari Sungai Cibanten dan berakhir di laut. “Nanti kan biar bisa main air di situ,” kata Hadi.

HUT Provinsi Banten ke-18, Momen Kebangkitan Kejayaan Banten Lama
5 (100%) 10 votes
Loading...

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Salam kenal semuanya, jangan lupa berlangganan artikel dari kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *