Inilah Fakta Menarik Tentang King Cobra dan Ular Kobra

oleh
5/5 (6)

Tentang King Cobra – Seorang warga digigit ular King Cobra. Kejadian ini terjadi di Bundaran Besar Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Parahnya, King Cobra menggigit tuannya sendiri, Rizki Ahmad (19) warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang selama ini dikenal sebagai pencinta reptil di Palangkaraya.

Belum diketahui persis sampai ular King Cobra, yang merupakan hewan peliharaan sendiri, diperoleh dari lokasi banjir Jalan Danau Rangas, Desa Bukittunggal, Kecamatan Jekanraya, sampai tertangkap, ketika ular dibawa ke Palangkaraya Grand Roundabout .

Informasi dikumpulkan, tak lama setelah dipatuk oleh ular peliharaannya, korban tampaknya masih kuat sampai akhirnya dia mulai merasa pusing dan dilarikan ke Rumah Sakit Doris Sylvanus untuk berobat.
Informasi dari Dr Ricka Zaluchu, awalnya korban tambak kuat, tetapi setelah perawatan beberapa jam kemudian kondisinya tampak memburuk.

“Dari IGD korban kemudian dipindahkan ke ruang ICU untuk perawatan lebih intensif,”ujarnya.

King Cobra menggigit tuannya sendiri, Rizki Ahmad (19) warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang selama ini dikenal sebagai pencinta reptil di Palangkaraya.

Fakta Unik Ular King Cobra dan Perbedaannya dengan Ular Kobra

King cobra (raja kobra) dikenal sebagai ular yang memakan ular berbisa, seperti Krait dan kobra, serta ular lain seperti python muda.

Kebiasaan makan yang aneh membenarkan nama ilmiahnya yaitu Ophiophagus hannah, kata Yunani berarti pemakan ular.

King cobra adalah anggota famili Elapidae yang ditandai dengan taring tetap berongga yang digunakan untuk menyuntikkan racun ke dalam mangsanya.

Seperti beberapa anggota lain dari keluarga ini, king cobra mampu merentangkan kulit lehernya membentuk semacam tudung saat terancam.

Meskipun berukuran cukup panjang, king cobra dikenal cukup gesit. Ular ini dianggap sebagai salah satu ular paling mematikan di dunia.

Rata-rata manusia bisa mati dalam waktu 15 menit saat terkena racunnya.

1. King cobra bisa mencapai panjang 5,5 meter, menjadikannya sebagai ular berbisa terpanjang di dunia.

2. Ular ini bisa hidup hingga 20 tahun.

3. Berat king cobra dewasa bisa mencapai 20 kilogram.

4. Warna king cobra bervariasi mulai dari zaitun, zaitun kekuningan atau kuning pucat.

Di India, terdapat spesies dengan warna kuning dan hitam.

Sedang di Cina, terdapat king cobra berwarna coklat kehitaman dengan kombinasi warna putih dan gading.

5. King cobra diidentifikasi oleh tudung khas yang berada di sekitar leher. Tudung ini mengembang saat mereka merasa terancam.

6. Racun ular ini mampu membunuh manusia dengan satu gigitan dengan bisa yang bersifat neurotoksik.

7. King cobra terutama ditemukan di Asia Tenggara, India Utara, Tenggara Cina, Semenanjung Malaya, wilayah barat Indonesia, dan Filipina.

8. Spesies ini lebih suka tinggal di dekat badan air seperti danau dan sungai.

9. Populasi king cobra menurun karena kerusakan hutan dan kehancuran habitat aslinya.

10. King cobra membaui mangsanya menggunakan lidah bercabang yang berfungsi mengambil aroma dan menghantarkannya ke sebuah reseptor sensorik khusus yang disebut organ Jacobson.

11. Pelacakan mangsa juga dilakukan melalui penglihatan yang tajam dan kepekaan terhadap getaran.

12. King cobra langsung menelan seluruh mangsanya.

Hal ini dimungkinkan karena rahangnya sangat fleksibel yang dihubungkan oleh ligamen lentur.

13. Ular ini biasanya memangsa ular lainnya, baik berbisa atau tidak berbisa.

Ketika tidak menemukan ular, king cobra akan berburu kadal, burung, dan hewan pengerat.

14. King cobra bergantung pada racun neurotoksik sebagai mekanisme pertahanan, tetapi jika berhadapan dengan predator alami yang kebal terhadap racun, mereka akan melarikan diri atau mengembangkan tudung sambil mendesis.

Baca juga: Fakta Hiu Megalodon Masih Hidup tau Tidak? Beserta Penampakannya

15. Sebagai bagian dari ritual kawin, king cobra jantan akan bersaing untuk tetap tegak dengan pemenangnya adalah yang membuat kepala ular lainnya tertunduk.

16. Racun king cobra terbuat dari protein dan polipeptida dan bersifat neurotoksik.

Racun ini menyerang sistem saraf yang memicu nyeri, penglihatan kabur, vertigo, mengantuk, dan kelumpuhan.

Koma dan kematian bisanya mengikuti karena kegagalan sistem kardiovaskular dan pernapasan.

17. Satu-satunya anti-racun untuk gigitan king cobra diproduksi di Thailand dan India.

18. Meskipun king cobra dianggap sebagai salah satu ular paling berbahaya, reptil ini sebenarnya pemalu dan akan menghindari konfrontasi dengan manusia.

19. King cobra dikenal membuat sarang untuk telur mereka.

Ular betina akan mengumpulkan bahan untuk sarang untuk meletakkan hingga 50 telur.

Telur kemudian akan menetas dalam waktu 80 hari.

20. Anak king cobra yang baru menetas berukuran 50 cm dengan warna hitam dan putih.

Perbedaan Ular Kobra dengan King Cobra

Terkadang kita bingung membedakan ular kobra dan king kobra. Lalu, apa, ya, perbedaan antara ular kobra dan king cobra?

Baca juga: Kenapa harimau jawa mengalami kepunahan – Sejarah Harimau Jawa

Ular kobra memiliki tubuh yang lebih kecil dan tidak sebesar ular king cobra. Tak hanya itu, racun pada king cobra lebih tinggi dibandingkan racun pada ular cobra. Ular kobra merupakan ular yang sangat gesit dan membutuhkan waktu yang cepat untuk mematuk mangsanya dan dapat menyemburkan racunnya. Sedangkan ular king cobra tidak menyemburkan racun dan membutuhkan waktu untuk memangsa. Racun pada ular king cobra ini dapat membunuh manusia dalam waktu cepat.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *