Jadi tersangka kasus korupsi, Idrus Marham mundur dari Menteri Jokowi

oleh
Jadi tersangka kasus korupsi, Idrus Marham mundur dari Menteri Jokowi
Jadi tersangka kasus korupsi, Idrus Marham mundur dari Menteri Jokowi

ANTERO hukum dan Kriminal – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Menteri Sosial dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Idrus, sepekan sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka suap kesepakatan kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Idrus ditahan setelah diperiksa pertama kali sebagai tersangka. Dia keluar gedung KPK pukul 18.24 WIB. Idrus ditahan selama 20 hari ke depan.

Idrus Marham telah ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga turut serta dalam kasus suap terkait proyek PLTU Riau-1.

Idrus diduga menerima janji untuk mendapat bagian yang sama besar dari Eni sebesar 1,5 juta dolar AS yang dijanjikan Johannes bila PPA (purchase power agreement) proyek PLTU Riau-1 berhasil dilaksanakan Johannes dan kawan-kawan.

Idrus diduga bersama-sama dengan Eni yang diduga telah menerima hadiah atau janji dari Johanes, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau I.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait penerimaan uang dari Eni dari Johannes, yaitu pada November-Desember 2017 Eni menerima Rp4 miliar sedangkan pada Maret dan Juni 2018 Eni menerima Rp2,25 miliar.

Baca juga: Kompak Korupsi Dana ADD, 3 Bersaudara Asal Serang Di Penjara

Atas perbuatannya, Idrus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ke-2 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Idrus merupakan tersangka ketiga dalam kasus ini. Sebelumnya, KPK sudah menetapkan Eni Maulani Saragih dan Johannes sebagai tersangka.

Jokowi: Saya Hormati Komitmen Pak Idrus yang Kesatria Hadapi Hukum

Idrus Marham memutuskan mundur dari menteri sosial setelah ditetapkan sebagai tersangka KPK. Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo yang telah menerima surat pengunduran diri Idrus, menyebut tindakan Idrus sebagai sikap yang kesatria.

“Pak Idrus Marham memilih fokus menghadapi permasalahan hukum di KPK, dan saya harus sampaikan apa adanya, saya menghormati komitmen Pak Idrus yang kesatria menghadapi masalah hukum,” ucap Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/8).

Jokowi langsung memutuskan politikus Golkar Agus Gumiwang sebagai pengisi posisi mensos yang ditinggalkan Idrus. Sebab, menurutnya, saat ini posisi mensos sangat penting dalam penanganan korban gempa yang masih berlangsung di Lombok, NTB.

“Di kementerian sosial kan adalah yang sangat urgent, yaitu penanganan di Nusa Tenggara Barat. Oleh sebab itu, kita segera putuskan penggantinya juga,” jelas Jokowi.

“Tadi saya minta Ketua Golkar, Pak Airlangga Hartarto, untuk bisa menugaskan. Saya tadi minta Pak Agus Gumiwang kepada Ketum Golkar untuk menugaskan sebagai menteri sosial,” imbuhnya.

Idrus Marham ditetapkan sebagai tersangka KPK karena terlibat kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau-1. Idrus menjadi menteri pertama di kabinet Jokowi yang terjerat kasus di KPK. Namun, kasus ini tidak ada hubungannya dengan tupoksi Idrus sebagai mensos.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *