Ada Proyek Bongkar Jalan, Lalin di Jalan Cikande Rangkasbitung Macet Total

oleh
Ada Proyek Bongkar Jalan, Lalin di Jalan Cikande Rangkasbitung Macet Total
Kondisi terkini arus Lalulintas di jalan Cikande raya Rangkasbitung tepatnya didepan kantor Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin(13/8).

ANTERO CO, LEBAK – Suasana lalu lintas di sekitar Citeras jalan Prof Ir Soetami (Jalan Cikande raya Rangkasbitung-red) akhir-akhir ini terlihat macet total. Lantaran, ada proyek pengerjaan pembongkaran jalan beton yang dikerjakan pelaksana tanpa menempatkan petugas parkir pengatur arus Lalulintas (Lalin)

Pantauan ANTERO.CO pukul 16.00 WIB hingga 00.00 WIB, Minggu (12/8/2018), kendaraan yang melintasi daerah sekitar desa Mekarsari dan desa Citeras baik itu dari arah Cikande, Rangkasbitung dan Maja mengalami kemacetan Lalin dari desa Cemplang Jawilan, desa Nameng tepatnya depan jalan PT Aplus hingga dari arah Maja tepatnya kampung Mulih Mekarsari.

Tak ada petugas parkir pengatur Lalin, sontak kemacetanpun tak dapat dihindari dan menyebabkan penumpukan kendaraan berlawanan arah. Ditambah sejumlah pengendara yang tidak mengerti situasi tersebut enggan untuk mengantri.

“Saya dari Rangkas hendak ke Tangerang, terjebak macet dari jam empat sore di Tutul, sampai sekarang sudah jam 10 malam. Ke Tangerang jam berapa nyampenya,” keluh Doni, salah seorang pengendara kepada ANTERO CO, Minggu (12/8) sekira Malam, Pukul 22.35 WIB.

Akibat kemacetan tersebut, petugas Dishub Kabupaten Lebak turun ke jalan pada Minggu malam itu juga untuk giat mengatur mengurai Lalin, hingga kemacetan pukul. 00. 00 WIB dapat diatasi dan arus Lalin ramai lancar.

“Itu pekerjaan repot kalau tidak ditunjang petugas, kemacetan akan terus ada tiap hari. Kesadaran sopir juga terkadang buat kemacetan suka nyalip ke kanan ga mau antri,” ungkap Cecep Hunaepi, salah satu petugas Dishub Lebak disela-sela mengatur Lalin di Jalan Cikande raya Rangkasbitung.

Sementara itu, Sudin, mengaku pekerja yang mengawasi proyek pembongkaran jalan tersebut saat ditemui Senin pagi (13/8/2018) dilokasi kegiatan pengerjaan proyek jalan Nasional.

Ditanya soal tidak adanya petugas parkir pengatur Lalin. Ia mengatakan bahwa pelaksana proyek itu dikerjakan oleh padat karya.

“Ini dikerjakan oleh padat karya sih pak, soal petugas parkir pengatur Lalin nanti saya sampaikan ke pengawasnya pak Tomi di Serang,” katanya. (Bud)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *