Jokowi Ganti Cawapres di Pilpres 2019, Peta Dukungan Akan Berubah

Jokowi Ganti Cawapres di Pilpres 2019, Peta Dukungan Akan Berubah
Bagikan Ke:
ANTERO.CO – Pada Pilpres 2019, peta dukungan untuk calon presiden incumbent Jokowi akan berubah, kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Indonesia Koalisi Nasional (TKN KIK) Abdul Kadir Karding. Hal ini sejalan dengan perubahan mitra Jokowi, sebelumnya dengan Jusuf Kalla dan sekarang bekerja sama dengan Ma’ruf Amin.

“Itu harus berubah, dan sekarang ada banyak hal yang telah berubah,” kata Karding di Cemara Post, Jakarta pada Kamis malam, 23 Agustus 2018.

Baca juga: Prabowo Ungguli Jokowi di Polling Pilpres 2019 yang Dibuat Iwan Fals

Dalam rekapitulasi data Komisi Pemilihan Umum (KPU), dalam pemilihan presiden 2014, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah di 10 Provinsi pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Di Provinsi Aceh, Jokowi kalah dari Prabowo dengan kenaikan 45,61 persen dibanding 54,93 persen. Di Sumatera Barat, Jokowi tertinggal jauh dengan perolehan 23,08 persen, sementara lawannya 76,92 persen. Di Riau, Prabowo memiliki keunggulan tipis dengan suara 50,12 persen dibandingkan 49,88 persen. Di Sumatera Selatan, Prabowo adalah 51,26 persen di depan 48,74 persen.

Baca juga: Masyarakat Bersama Ulama Banten Deklarasi Jokowi 2 Periode di Kediaman JB

Prabowo menerima 57,10 persen sementara Jokowi 42,90 persen di Banten. Di Jawa Barat, Jokowi kehilangan 40,22 persen dan Prabowo 59,78 persen. Di Kalimantan Selatan, sedikit berbeda dengan kenaikan 50,05 persen dibandingkan 49,95 persen. Di Nusa Tenggara Barat, Jokowi kalah jauh dari Prabowo di 27,55 dibandingkan dengan 72,45 persen. Demikian pula di Gorontalo, Prabowo jauh di depan pada 63,10 dibandingkan dengan 36,90 persen. Sementara di Maluku Utara, suara kedua terpaut 8,9 persen, yakni 54,45 persen dibandingkan 45,55 persen.

Abdul Kadir Karding kemudian memberi contoh, untuk Jawa Barat dan Banten hal itu sepertinya berubah. Dia memprediksi Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan juga bisa berubah. “Perubahan terjadi selain Pak Jokowi berpasangan dengan Kiai Ma’ruf Amin, serta pembangunan nyata di daerah yang kalah,” kata Abdul Kadir Karding.

Baca juga: 5 Fakta Sosok Ma’ruf Amin Calon Wakil Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019

Sekretaris Jenderal PKB mengatakan bahwa politik identitas dan sentimen agama tidak lagi dijual setelah Jokowi berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Dia mencontohkan, pada Pilpres 2014, Jokowi kalah di Banten. Namun, dalam pemilihan presiden 2019, hasilnya akan berbeda. Karena, Ma’ruf Amin lahir di Tangerang, Banten dan juga cicit dari mantan Imam Besar Masjid Agung, yaitu Syekh An Nawawi Al Bantani yang sangat dihormati di sana.

Abdul Kadir Karding juga optimis dengan perolehan suara di Jawa Barat. Dia mengatakan bahwa gubernur terpilih Ridwan Kamil telah menyatakan dukungannya untuk Jokowi. Demikian pula, pasangan terpilih gubernur dan wakil gubernur di Sumatera Selatan, Herman Deru-Mawardi Yahya juga menyatakan dukungan untuk Jokowi.

Jokowi Ganti Cawapres di Pilpres 2019, Peta Dukungan Akan Berubah
Loading...

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Salam kenal semuanya, jangan lupa berlangganan artikel dari kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *