Kisruh Kesultanan Banten Semakin Berlarut

oleh
Kisruh Kesultanan Banten Semakin Berlarut
Kisruh Kesultanan Banten Semakin Berlarut

ANTERO.CO BANTEN – Kisruh mengenai sengketa Kesultanan Banten semakin berlarut. Ratu Bagus Bambang Wisanggeni, yang tetap mengklaim sebagai Sultan ke-18 Banten, telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Agama (PTA) setempat atas dicabutnya gelar sultan yang melekat pada dirinya.

Baca : Angka Kemiskinan Di Banten Naik

“Memori bandingnya belum, akan menyusul. Menurut saya, putusan (Pengadilan Agama Serang) itu cacat hukum,” ucap Bambang Wisanggeni, saat ditemui di kediamannya di Kota Serang, Kamis (18/01/2018).

Menurut Bambang Wisanggeni, Pengadilan Agama (PA) Serang mengeluarkan putusan yang cacat hukum.

Padahal, Keputusan Nomor 316/Pdt.P/2016/PA.Srg, pada poin empat memutuskan bahwa Ratu Bagus Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja adalah trah keturunan Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin (Sultan Banten berdaulat terakhir), sebagai pemilik pertalian darah terkuat yang memiliki hak waris sebagai penerus Kesultanan Banten.

Surat putusan tersebut dikeluarkan pada hari Kamis, 22 September 2016, yang telah diputuskan melalui permusyawaratan majelis hakim PA Serang yang terdiri dari Dudih Mulyadi sebagai hakim ketua, serta Rusman dan Agus Faisal Yusuf sebagai hakim anggota.

Baca : Ini Rapor Sementara Gubernur dan Wagub Banten

“Cacat hukum mengeluarkan putusan saya sebagai ahli waris, lalu pengadilan agama yang sama menarik kembali putusan itu,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *