Kubu Prabowo: Muatan Politik tak Bisa Dihindarkan dari Reuni 212

0
39
Kubu Prabowo: Muatan Politik tak Bisa Dihindarkan dari Reuni 212
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (Twitter/@AndiArief__)

Antero.co Jakarta – Anggota Badan Pemenangan Prabowo – Sandiaga, Andi Arief menilai tidak ada unsur kampanye dalam Reuni 212. Kendati demikian, kata dia, muatan politis pasti tidak terhindarkan dalam acara tersebut. “Politik itu semua sah, asal jangan kejahatan,” kata Andi Arief saat dihubungi Wartawan pada Ahad, 2 Desember 2018.

Hal tersebut disampaikan Andi Arief menanggapi pernyataan kubu Jokowi yang menyatakan acara Reuni 212 dibungkus dengan ajang silahturahmi akbar, namun isinya adalah forum untuk mengkampanyekan calon presiden Prabowo Subianto. Acara tersebut digelar sejak pukul 03.00 dinihari di Monas pada Ahad, 2 Desember 2018.

Baca juga: PA 212 Tunggu Fatwa Ulama Untuk Dukung Capres 2019

Tudingan kubu Jokowi tersebut semakin diperkuat dengan sikap Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menyerukan agar umat Islam memilih calon presiden yang direkomendasikan Ijtima Ulama GNPF. Adapun calon presiden dan calon wakil presiden rekomendasi Ijtima Ulama GNPF adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Menurut Andi Arief, hal tersebut bukanlah kampanye, melainkan muatan politis yang tak terhindarkan karena masyarakat yang juga terpolitisasi oleh keadaan. “Saya melihat ada semacam pengharapan hadirnya keadilan. Ini gerakan kelas menengah yang spirit keislamannya naik secara kualitatif,” ujar dia.

Baca juga: Lima Fakta Reuni Akbar 212: Dituding sebagai Gerakan Politik

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan hal serupa. Dia membantah acara reuni 212 tersebut dimanfaatkan oleh pihaknya untuk mengkampanyekan Prabowo. Toh, kata dia, yang menyerukan memilih capres usungan Ijtima Ulama adalah Rizieq Shihab, bukan Prabowo yang hadir sebagai undangan. “Habib Rizieq berhak menyampaikan pendapatnya,” ujar dia.

Baca juga: Tim Alumni 212 Bahas Kriminalisasi Ulama dengan Presiden Jokowi

Jika banyak peserta yang meneriakkan ganti presiden, Prabowo Presiden dan sejenisnya, ujar Andre, hal tersebut sama sekali tidak ada yang mengarahkan. “Kita kan enggak bisa mengontrol semua orang,” ujar dia.

Sebelumnya, Penanggung Jawab Reuni 212, Slamet Maarif, mengatakan acara Reuni Akbar 212 tidak bermuatan politik. Acara ini, kata dia, murni sebagai arena silaturahmi para peserta Aksi Bela Islam yang berlangsung di tanggal sama, dua tahun lalu.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here