Kumpulan Puisi Kemerdekaan RI | Pantun Lucu 17 Agustusan

Kumpulan Puisi Kemerdekaan RI
Kumpulan Puisi Kemerdekaan RI
Bagikan Ke:
Kumpulan Puisi Kemerdekaan RI | Pantun Lucu 17 Agustusan – Memperingati hari kemerdekaan RI (Hari Kemerdekaan Republik Indonesia) yang jatuh pada setiap 17 Agustus, adalah salah satu cara membuat puisi.

Puisi dan pantun dapat dibagi melalui media sosial, baik facebook, instagram, twitter atau whatsapp untuk meramaikan ulang tahun RI ke-73.

Ya, segera semua orang Indonesia akan merayakan hari kemerdekaan ke-73 Indonesia. Kemeriahan perayaan kemerdekaan hari jadi kemerdekaan Indonesia ke-73 telah terasa di berbagai daerah.

Berbagai cara untuk meluapkanya, salah satunya dengan puisi atau puisi.

Nah, ada kumpulan puisi dan pantun untuk hari kemerdekaan Indonesia yang cocok untuk media sosial seperti Facebook, Twitter atau Instagram.

Kumpulan Puisi Kemerdekaan RI | Pantun Lucu 17 Agustusan

Baik dari desa ke tingkat kabupaten mengadakan berbagai kegiatan positif untuk memeriahkan hari kemerdekaan yang jatuh pada 17 Agustus.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan 17 Agustus selalu dimeriahkan oleh berbagai kompetisi.

Salah satu kompetisi pada 17 Agustus adalah membaca puisi, pidato atau puisi dengan tema kemerdekaan.

Nah, Antero telah merangkum berbagai puisi dan puisi dengan tema kemerdekaan yang dapat Anda gunakan untuk ras 17 Agustus

Melansir dari berbagai sumber, berikut puisi dan pantun kemerdekaan dari yang serius hingga paling lucu :

PUISI KEMERDEKAAN

1. Satu Kata “Merdeka” (ruangseni.com)

Hingga detik ini ribuan darah telah tertumpah
Hingga detik ini ribuan nyawa telah melayang
Hingga detik ini ribuan belulang telah berserakan
Sebuah harga yang harus dibayar
Demi terwujudnya kemerdekaan bangsa
Semi terwujudnya satu kata
Merdeka

Detik ini bangsa kita telah merdeka
Detik ini Indonesia telah merdeka
Bangsa besar telah lahir
Terwujud dengan semangat para pejuang
Yang terbayarkan dengan tetesan darah dan air mata
Serta jiwa-jiwa yang terkorbankan
Demi satu kata
Merdeka

Tak terhitung jiwa gugur di medan pertempuran
Darah segarmu merasuk ke dalam sela-sela tanah air
Dengan bangga jenazahmu tersenyum
Menyaksikan kemenangan yang tak pernah kau nikmati
Semua demi satu kata
merdeka

2. Hari ini

Karya: Rayhandi (tumpukanpuisi.blogspot.com)

Hari ini kita berdiri di depan cermin
Memandang rupa hingga busana
Memandang diri yang takjub
Dengan lihai kita berlenggok

Hari ini lihatlah wajah wajah kita
Keras tanpa urat malu
Bagai tembok beton
Terpancar dengan bangga

Hari ini kita berdiri
Di bumi hitam begam
Di air biru jernih
Di udara putih bersih

Tapi tahukah dikau?
Bumi yang kita pijak adalah keringat para pahlawan
Mereka berjuang untuk tanah yang kita pijak dan untuk air yang kita minum

Hingga saat ini
Kita bisa terbang tanpa terkurung
Bisa berteriak tapa bekapan
Itu semua karena jasanya.

3. Merdeka Yang Kami Mau (foentry.com)

Merah Darahku Putih Tulangku
Itu mungkin telah berlalu
Kini bahkan darah para Pemimpin tak lagi semerah dulu
Dan tulangnya penuh cacing dan benalu

Semangat membara untuk bangsa
Kini telah tergantikan oleh kemilau permata
Menumpuk kekayaan dan memupuk harta
Tak lagi berpikir untuk kepentingan rakyat ataupun negara

Rakyat butuh pemimpin yang layak jadi panutan
Bukan pemimpin yang lembek dan selalu main perasaan
Rakyat butuh pemimpin yang tegas dan tak takut akan kritik serta ancaman
Bukan Pemimpin yang hobi mengumbar janji dan sekedar pengharapan

Kamu bilang ini Merdeka
Tapi rakyat masih menderita
Kamu bilang rakyatmu hidup tenteram dan bahagia
Kalau saja kamu tahu masih ada yang makan sepiring untuk bertiga
Pasukan Paskibraka bertugas menaikan Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi HUT ke-70 RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2015).

Berkenaan hari Proklamasi Kemerdekaan admin ingin membagikan beberapa puisi yang bertemakan kemerdekaan. Langsung saja berikut ini adalah kumpulan puisi kemerdekaan.

HARI KEMERDEKAAN

Akhirnya takterlawan olehku
tumpah dimataku, dimata sahabat-sahabatku
ke hati kita semua
bendera-bendera dan bendera-bendera
bendera kebangsaanku
aku menyerah kepada kebanggan lembut
tergenggam satu hal dan kukenal

tanah dimana kuberpijak berderak
awan bertebaran saling memburu
angin meniupkan kehangatan bertanah air
semat getir yang menikam berkali
makin samar
mencapai puncak kepecahnya bunga api
pecahnya kehidupan kegirangan

menjelang subuh aku sendiri
jauh dari tumpahan keriangan dilembah
memandangi tepian laut
tetapi aku menggengam yang lebih berharga
dalam kelam kulihat wajah kebangsaanku
makin bercahaya makin bercahaya
dan fajar mulai kemerahan.

INDONESIAKU

Malang nasibmu, Indonesiaku…
tiga setengah abad engkau di jajah
kucuran keringat dan darah, harta sekalipun nyawa di korbankan para pejuang.

66 tahun silam engkau bebas dari penjajahan, kata mereka.
malang nasibmu, indonesiaku…
engkau berada di tangan para penjilat harta dan tahta
sang merahputihpun tetap berkibar di sana, seakan menampar muka para penguasa korup
Burung garudapun tetap bertengger di sana.
Burung garuda berkata “hai penguasa…! turunkan aku dari sini, kau merongrong indonesiaku”
merekapun diam membisu, di anggapnya patung tiada guna.
malang nasibmu, indonesiaku…
mereka berebut kekuasaan…
Salam Puisi Kemerdekaan….

MERAH PUTIH

Merah putih!
dulu, sebelum kau berkibar di tiang tinggi
dibelai, dipeluk angin merdeka,
engakau hanya lambang harapku,
Meski kau mewakili bangsa tidak berdaya,
tidak bernama di sejarah dunia,
namun kau tersimpan dalam hatiku,
lambang kasihku pada nusaku.

Merah putih!
kini, kulihat kau terkibar di tengah bangsa
lambang kebangsaanku di timur raya,
engkau panji perjuanganku
mengejar kemuliaan bagi bangsaku,

dan demi tuhan pencipta bangsaku,
selama masih bersiut nafas didada,
denyut darahku penyiram medan
ta’kan kembali kau masuk lipatan!

UNTUK PAHLAWAN NEGERIKU

Untuk negeriku…
Hancur lebir tulang belulangku
Berlumur darah sekujur tubuh
Bermandi keringat penyejuk hati
Kurela demi tanah air negeriku
Sangsaka merah berani
Putih suci

Melambai-lambai ditiup angin
Air mata bercucuran, menganjungkan doa
untuk pahlawan negeri
Berpijak berdebu pasir
Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagad raya

Hanya jasamu bisa kulihat
Hanya jasamu bisa kukenang

Tubuhmu hancur hilang entah kemana

Demi darahmu ….
Demi tulangmu ..
Aku perjuangkan negeriku ini, Indonesia

Puisi Untuk Pahlawan

Darahmu adalah Pengorbananmu
Jiwamu adalah Bara Semangatmu
Ragamu Menjadi Tamengmu
Bambu Runcing adalah Senjatamu

Wahai para Pahlawan
Engkau t’lah Memberikan Kami Hadiah yang Berharga
Engkau t’lah Berjasa untuk Kami Anak dan Cucumu
Engkau t’lah Rela Berkorban untuk Bangsa ini
17 Agustus 1945 Sebagai Titik Akhir Cita-citamu
Yaitu “Kemerdekaan”

Wahai para Pahlawan
Tanpamu, Bangsamu Saat ini Tak Punya Arah
Tanpamu, Aku Tak Bisa Seperti Sekarang
Tanpamu, Merah Putih Tak Mungkin Berkibar dengan Gagahnya

Selamat Hari Kemerdekaan
Terima Kasih Pahlawan Atas Jasa-Jasamu
Kau kan Selalu Terkenang Dalam Hati
Semoga Tuhan Memberikan Tempat
Yang Terbaik di Sisi-Mu
Amien..

KITA BERJUANG

Terbangun aku, terloncat duduk,
kulayangkan pandang jauh keliling,
kulihat hari’lah terang, jernihkan falak,
telah lamalah kiranya fajar menyingsing
kuisap udara
legalah dada,
kupijak tanah
tiada guyah,
kedengar bisikan
hatiku rawan:
“kita berperang,
kita berjuang!”

sebagai dendang menyayu kalbu,
bangkitlah hasrat damba nan larang,
ingin kemedan ridla menyerbu:
“beserta saudara turut bejuang!”

Nahh.. demikianlah beberapa contoh Puisi HUT RI yang bisa admin bagikan di kesempatan kali ini. Semoga Kumpulan Puisi kemerdekaan yang admin bagikan diatasbermanfaat untuk sobat semua, dan semoga kita bisa menghargai dan menghormati perjuangan para pahlawan kita yang telah gugur. Selamat Hari Kemerdekaan.

Kumpulan Puisi Kemerdekaan RI | Pantun Lucu 17 Agustusan
Loading...

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Salam kenal semuanya, jangan lupa berlangganan artikel dari kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *