Lestarikan Budaya Tradisional, Warga Ciburuy Gelar Festival Adu Panggal

Festival ajang adu Panggal di Desa Ciburuy, Kecamatan Curugbitung, Lebak-Banten.
Bagikan Ke:
ANTERO CO, LEBAK – Warga masyarakat Desa Ciburuy, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak selalu ingin terdepan dalam melestarikan kebudayaan tatar Sunda, termasuk kaulinan atau permainan tradisional. Bisa jadi, anak-anak zaman now, tidak mengetahui permainan asli kampung halamannya.

Dalam rangka melestarikan dan mengingatkan generasi muda, sekaligus memeriahkan HUT RI ke 73 Pemerintahan Desa (Pemdes) Desa Curugbitung menggelar acara unik, yaitu Festival adu Panggal. Panggal atau Gangsing merupakan salah satu permainan tradisional yang keberadaannya saat ini hampir punah.

Ajang adu panggal ini diikuti sekitar 230 orang peserta yang berlangsung di Kampung Cijakilah di desa setempat, sehingga sukses menarik antusiasme warga masyarakat sekitar.

Bahkan para pesertanya juga bukan hanya dari desa Ciburuy saja namun ada juga yang datang dari luar desa Ciburuy.

Kepala desa (Kades) Ciburuy Rudi Sanusi mengatakan, saat ini kaulinan panggal sudah banyak ditinggalkan. Pihaknya mengapresiasi warga masyarakatnya yang berinisiatif menggelar kegiatan tersebut sebagai upaya pelestarian budaya tradisional

“Festival lomba Panggal atau Gangsing merupakan salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap setahun sekali, terutama pada peringatan HUT Kemerdekaan RI,” kata Rudi kepada ANTERO CO, Minggu (26/8/2018).

Tujuannya, sambung dia, selain untuk memeriahkan HUT RI, kegiatan ini juga untuk melestarikan kembali seni tradisional dimasyarakat.

“Alhamdulilah, pelaksanaannya sangat meriah, bahkan para pesertanya bukan hanya dari desa Ciburuy, namun ada juga yang datang dari luar desa Ciburuy,” tukasnya.

Ia berharap, kegiatan ini menjadikan motivasi bagi masyarakat guna menjalin kebersamaan dan kekompakan.

“Sehingga kedepan desa Ciburuy jauh lebih maju dibandingkan dengan desa yang lainya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Festival Panggal Pamirrudin menambahkan, kegiatan lomba Panggal atau Gangsing merupakan salah satu rangkaian kegitan lomba yang di selenggarakan pemeintahan desa dalan rangka memperingati HUT RI Ke 73.

“Tujuannya, selain memperingati HUT RI Ke 73, kegiatan ini juga untuk menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat, serta melestarikan permainan tradisional yang saat ini hampir musnah seiring kemajuan jaman,” ungkapnya

Ia menjelaskan, permainan panggal merupakan permainan yang saat ini masih melekat di masyarakat Kecamatan Curugbitung. Hal ini terbukti jumlah peserta mencapai 230 peserta. Untuk memilih pemenang dalam lomba nantinya, masing – masing peserta akan dinilai oleh dewan juri.

“Setiap peserta yang mampu memutar panggal lebih lama itu yang akan ditunjuk sebagi pemenang lomba,” terangnya.

Bagi peserta yang menang, lanjut dia, mereka berhak menerima hadiah yang telah disediakan oleh pihak panitia.

“Untuk juara pertama sebesar Rp700 ribu, untuk juara dua Rp500 ribu. Sementara untuk juara ketiga sebesar Rp300 ribu,” pungkasnya. (Bud)

Lestarikan Budaya Tradisional, Warga Ciburuy Gelar Festival Adu Panggal
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *