Panduan Lengkap Budidaya Bebek Petelur untuk Pemula

oleh
Budidaya Bebek Petelur
Budidaya Bebek Petelur
5/5 (5)

Budidaya Bebek Petelur – Bebek atau itik adalah bebek yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Permintaan akan daging dan telur bebek meningkat setiap hari, terutama setelah “ikan lele” yang semakin menjamur hampir di setiap wilayah, bahkan penjual pecel “lele” berbaris berdekatan dan hampir semuanya ramai.

Selain itu, permintaan itik juga meningkat karena restoran atau restoran semakin meningkat. Selain permintaan restoran yang semakin tinggi, tingkat konsumsi masyarakat juga semakin tinggi. Hal ini tentu menjadikan usaha peternakan bebek sebagai peluang bisnis yang tidak dapat diremehkan.

Kita perlu tahu, hasil utama itik adalah telur mereka. Telur bebek adalah fokus utama budidaya bebek yang kami lakukan. Sedangkan untuk daging, menjadi produk sampingan setelah bebek atau bebek tidak lagi produktif.

Usia produktif itik dari usia 20 minggu hingga satu tahun ke depan. Nah, setelah melalui masa peletakan selama 1 tahun, biasanya itik tidak akan produktif lagi. Produksi telur itik lokal rata-rata berkisar 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, itik alabio memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan produksi telur hingga 68 minggu.

Untuk bisa memulai bisnis bebek, tidak banyak modal yang dibutuhkan. Namun demikian, penyediaan lokasi itik adalah syarat mutlak untuk budidaya yang kita lakukan dapat berhasil dan menghasilkan hasil yang maksimal.

Cara Ternak Bebek (Itik) Step by Step

Berikut ini adalah Sentra Budidaya membagi panduan tentang bagaimana bebek langkah demi langkah sehingga mudah dimengerti oleh siapa pun, bahkan oleh pemula yang belum pernah terlibat dalam budidaya bebek:

Cara Ternak Bebek

1. Jenis Bebek yang Diternak

Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang cara bebek, ada baiknya jika kita tahu sebelumnya jenis bebek apa yang bisa kita kembangkan. Karena jenis bebek akan sangat mempengaruhi budidaya tehnik yang akan kita lakukan. Berikut ini jenis-jenis bebek berdasarkan tipenya, yaitu:

  • Bebek petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA;
  • Bebek pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;
  • Bebek ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.

Kalau di Indonesia, jenis itik atau bebek dibagi menjadi beberapa type, yaitu:

  • Itik Tegal (Tegal) – Ciri-ciri : warna bulu putih polos sampai cokelat hitam, warna paruh dan kaki kuning atau hitam.
  • Itik Mojosari (Mojosari Jawa Timur) – Ciri-ciri : warna bulu cokelat muda sampai cokelat tua, warna paruh hitam dan kaki berwarna hitam.
  • Itik Alabio (Amuntai Kalimantan Selatan) – Ciri-ciri : badan lebih besar dibandingkan dengan itik Tegal.
  • Itik Asahan dikembangkan di Tanjung Balai, Sumatera Utara.
  • Itik Persilangan

Untuk jenis itik yang banyak dibudidayakan di Indonesia biasanya itik tegal, bebek campbell khaki, bebek alabio, itik mojosari, bebek bali, bebek CV 2000-INA dan jenis itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk pengembangan dari BPT ( Lembaga Penelitian Peternakan) Ciawi, Bogor.

2. Persiapan Lokasi Ternak Bebek

Berikut ini beberapa persyaratan kandang bebek agar produktivitas bisa optimla:

  • Penyiapan Sarana dan Peralatan
  • Persyaratan temperatur kandang ± 39 ° C.
  • Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
  • Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang.

Untuk model kandang sendiri, setidaknya ada 3 tipe kandang yang bisa anda gunakan, berikut ini diantaranya:

  1. Kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD
  2. Kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok
  3. Kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).

Perlengkapan kandang yang diperlukan seperti tempat makan, tempat minum dan perelengkapan tambahan lainnya.

*Daya tampung untuk 100 ekor itik :

  • Umur 1 hari – 2 minggu 1 -2 m.
  • Umur 2 minggu 2 – 4 m.
  • Umur 2 – 4 minggu 4 – 6 m.
  • Umur 4 – 6 minggu 6 – 8 m.
  • Umur 6 – 8 minggu 8 – 10 m.
  • Itik dara sampai umur 6 bulan, 5 – 10 ekor/m.

4. Bibit Bebek

Ada 3 cara memilih bibit bebek yang bisa kita lakukan, diantaranya:

  1. Membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
  2. Memelihara induk itik yaitu pejantan + betina unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
  3. Membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan setempat.

Pastikan anda benar-benar memiulih bibit yang unggul dan sudah diuji keunggulannya, agar produksi ternak kita bisa optimal. Untuk ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.

5. Perawatan Bibit Bebek

Setelah kita memiliki kandang dan bibit, langkah selanjutnya adalah merawat bibit itik. Kita berdua perlu tahu, biasanya peternak memilih benih DOD karena dianggap lebih baik dan lebih jelas dalam kualitas.

a. Perawatan bibit bebek

Untuk bibit sebaiknya segera ditempatkan di kandang brooder (induk bibit) yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah bahwa suhu brooder dibudidayakan yang itik tersebar merata, kapasitas kandang brooder (kotak) untuk 1 m² mampu menampung 50 DOD, di mana makanan dan air minum yang sesuai dengan ketentuan, yaitu jenis fase feed stater bebek.

b. Perawatan calon Induk

Untuk calon peternak itik sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu induk untuk konsumsi telur dan produksi induk untuk produksi telur tetas. Kedua perlakuan ini sama, bedanya hanya untuk induk untuk produksi telur tetas harus ada jantan dengan rasio 1 jantan hingga 5-6 betina.

6. Pemberian Pakan Bebek

Untuk makan sendiri kita menyesuaikan diri dengan umur itik. Pada fase bertelur membutuhkan pakan dengan kandungan protein 17% – 20% dan energi 2.700kcal – 2.88kkal. Makanan pokok untuk karbohidrat adalah dedak, jagung, karak atau aking (nasi kering) dan menir.

Sedangkan sumber protein hewani (segar): ikan rucah, kerang, kerang, kulit udang, diberikan oleh peter nak dekat pantai. Siput dan siput sawah disediakan oleh peternak di daerah pertanian dan rawa. Untuk mengantisipasi kekurangan ikan segar bisa dikeringkan dan dijadikan tepung.

Apakah pakan yang diberikan juga bervariasi. Patokan untuk bebek membutuhkan 155 g / hari (kering). Pada kadar air 15% – 20%, beratnya kira-kira 220 g. Ada peternak yang memberi makan 20kg / 100 ekor / hari. peternak lain memberi 7 kg aking, 5 kg ikan, 15 kg ikan segar atau 5 kg tepung ikan. Atau 25 kg – 27 kg per hari.

Berikut ini adalah distribusi pakan secara teknis sesuai dengan umur bebek:

  1. Umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
  2. Umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
  3. Umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
  4. Umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu : 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).

Beberapa peternak memberi makan di kamar kecil. Kami menyarankan agar Anda tidak terlalu memberi makan. Memberi makan dua kali (07.00 dan 17.00) atau tiga kali (plus 12.00) sehari, tergantung pada kebiasaan. Di antara waktu makan adalah dua kali, biasanya diselingi dengan camilan protein hewani.

Jangan mengubah jenis pakan, feed attendant dan feed schedule secara tiba-tiba, karena ini bisa membuat itik stress. Hindari memberi makan di luar jadwal dan paksa bebek berhenti makan. Makan harus diberikan ketika semua itik terjaga.

7. Pengendalian Penyakit

Ketika bebek atau bebek sakit, biasanya akan menunjukkan fitur seperti kehilangan nafas, tidak ada suara, gerakan lambat atau pasif. Berikut beberapa penyakit yang mungkin timbul dan perawatan yang dapat Anda lakukan:

a. Penyakit Kapur

Penyebab: Bakteri Salmonella Pullorum. Tanda: Putih buang air besar, lengket seperti pasta.

Pencegahan: Kebersihan kandang, makanan, minuman, vaksinasi, dan bebek yang sakit dipisahkan.

b. Penyakit cacing

Penyebab: Berbagai jenis cacing.

Tanda-tanda: Nafsu makan yang buruk, kadang-kadang diare, rambut kusam, rambut tipis, dan produksi telur menurun. Pencegahan: Sangkar harus bersih, kering dan tidak lembab, makanan dan minuman harus bersih dan sehat.

c. Lumpuh

Penyebab: Kekurangan vitamin B

Tanda-tanda: Kaki bengkak di persendian, tertatih-tatih dan lumpuh, tampak mengantuk, kadang-kadang berlinang air mata.

Pencegahan: Memberi sayuran / hijauan dalam bentuk segar setiap hari.

8. Perkawinan

Setelah memasuki usia 20 minggu, bebek biasanya akan siap kawin. Sistem perkawinan dikenal memiliki dua jenis, yaitu itik kawakan tangan dengan bantuan tangan manusia dan alam kawin.

9. Panen

Setelah proses bebek betina dibuahi, itik akan bertelur. Bebek dapat menghasilkan 200-250 telur per tahun. Waktu panen yang tepat adalah pukul 06.00 – 19.00. Wadah telur dalam bentuk keranjang atau wadah cekung lainnya. Telur harus segera dipasarkan. Untuk menambah nilai tambah, telur dapat direndam terlebih dahulu untuk dijual sebagai telur asin. Telur tidak boleh disimpan lebih dari lima hari.

10. Pasca Panen

Hasil akhir dari ternak bebek bisa berupa:

  • Telur bebek
  • Telur asin, telur pindang, dll.
  • Daging bebek
  • Bebek dapat diolah menjadi bebek panggang dll
  • Bulu dapat diolah menjadi kerajinan tangan
  • Tinja/kotoran itik dapat menjadi pupuk

11. Tips Pasca Pemanenan Bebek

Untuk menjaga telur itik bisa tahan lama, karena biasanya telur yang tidak diberi perlakuan khusus hanya bisa bertahan 2 minggu. Oleh karena itu telur harus ‘diawetkan’, yaitu dengan cara:

  • Cara pertama menggunakan air hangat. Pelestarian dengan air hangat adalah pelestarian telur bebek yang paling sederhana. Dengan cara ini telur bisa bertahan selama 20 hari.
  • Selain air hangat Anda juga bisa menggunakan daun jambu biji. Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan kualitas telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna coklat seperti telur yang diparut.
  • Kita juga bisa menggunakan minyak kelapa untuk mengawetkan telur. Pelestarian ini adalah pelestarian praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.
  • Pelestarian berikutnya dari telur itik adalah dengan menggunakan natrium silikat. Pelestarian silikat natrium adalah cairan yang kental, tidak berwarna, jernih dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori-pori cangkang telur sehingga telur tahan lama dan tahan hingga 1,5 bulan. Caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat 10% selama satu bulan.
  • Cara melestarikan yang bisa juga Anda lakukan adalah dengan menentukan garam dapur. Garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama 3 minggu.

Bagaimana, Anda tertarik membudidayakan bebek? Hasil yang kami peroleh juga cukup baik. Apalagi jika kita menggabungkannya dengan membuka bisnis kuliner, pasti akan lebih baik hasilnya. Itulah panduan cara kita ternak hewan, semoga ini akan bermanfaat bagi kita semua. Jangan lupa juga membagikan artikel ini dengan orang lain agar orang lain juga tahu cara mengolah bebek yang tepat. Baca juga: Cara Membuat Telur Asin di Rumah dengan Mudah

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *