Penggunaan Huruf Kapital yang benar dalam Bahasa Indonesia

0
39
Penggunaan EYD Yang Baik dan Benar Beserta Contohnya

Urutan penggunaan huruf besar (huruf besar) saat menulis sering diabaikan. Tidak hanya dalam tulisan biasa, penggunaan huruf besar juga sering tidak dianggap secara tertulis yang digunakan sebagai alat pendidikan bagi masyarakat. Kita bisa melihatnya secara tertulis di media massa, fasilitas promosi publik, atau tulisan lainnya.

Baca juga: Penggunaan EYD Yang Baik dan Benar Beserta Contohnya

Jika masyarakat terbiasa melihat presentasi bahasa yang salah, kesalahan akan menjadi norma. Akibatnya, bahasa yang salah kemudian dianggap masuk akal. Jika ini terus berlanjut, kita akan kesulitan untuk menjaga integritas bahasa yang kita banggakan sebagai salah satu identitas nasional.

Pedoman Urutan penggunaan huruf besar yang benar

Oleh karena itu, penggunaan huruf besar dalam bahasa Indonesia untuk berbicara dengan baik dan benar akan disajikan secara singkat di sini. Berikut ini adalah ketentuan untuk huruf besar apa yang digunakan.

1. Untuk awal kalimat.

Air di sungai sangat jernih.

2. Untuk nama agama, kitab suci, nama Allah, dan kata ganti Allah.

Hanya Tuhan yang dapat menguatkan hati, jadi selalu minta Dia untuk menjaga hati kita dalam kebaikan.

3. Untuk nama gelar kehormatan, keturunan, atau gelar agama diikuti dengan nama orang. Jika judul tidak diikuti oleh nama seseorang, huruf besar tidak digunakan.

Wanita ini adalah istri Haji Siddiq.
Furqon akan melakukan ziarah tahun ini.

4. Untuk posisi nama atau pangkat diikuti nama orang, lembaga, dan tempat (termasuk untuk menggantikan semuanya).

Kegiatan bantuan pasca gempa kemarin juga dihadiri pimpinan Telkom Sumatera Barat, Muskab Muzakkar.

5. Untuk setiap elemen dari nama orang dan nama geografis (nama kota, nama area, atau lokasi). Namun, huruf besar tidak digunakan untuk elemen orang dan nama geografis yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran (seperti volt, grapefruit), atau untuk nama geografis yang tidak khas. Sementara itu, untuk elemen nama, huruf besar tidak digunakan untuk bin, bint, dan alias.

Nama wanita itu adalah Nedia Puspita.
Pemandangan Gunung Merapi dari Padang Panjang sangat indah.
Dia suka berselancar dan mendaki gunung.

6. Untuk nama-nama suku, bangsa, negara dan bahasa. Tetapi jika nama tersebut terletak di tengah awalan dan kata akhiran atau sebagai sisipan, huruf besar tidak digunakan.

Meskipun dia orang Batak, dia berbicara tentang lelucon. Mungkin karena istrinya berasal dari Solo, itu membuatnya terbiasa dengan aksen Jawa.

7. Untuk nama-nama hari, bulan, tahun, peristiwa sejarah, dan hari-hari umum khusus.

Kedua kembar itu lahir pada bulan Mei, bertepatan dengan awal tahun Muharram.

8. Untuk nama organisasi, lembaga atau lembaga, instansi pemerintah, dan dokumen resmi Negara. Juga digunakan dalam kata-kata unsur kecuali konjungsi.

Peraturan itu disusun oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Sebagai huruf pertama dalam singkatan untuk judul, pangkat, ucapan.

Sudahkah kamu menemukan kembali kakimu? (salam)
Jika Anda serius, tunjukkan ketulusan Anda!

9. Untuk setiap kata dalam judul buku, tulisan, artikel, dan lainnya yang serupa. Juga digunakan sebagai huruf pertama dari semua kata (termasuk semua elemen reposisi sempurna) di dalamnya kecuali konjungsi yang tidak dalam posisi awal.

Novel ini berjudul Sampai Tua Sampai Kematian.

Sebagai surat langsung bagian pertama.

Dia berkata, “Jika tidak benar-benar sayang, tidak ada cara untuk bertarung sejauh ini.”

Demikianlah pembahasan ini. Semoga bermanfaat.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here