Perbedaan Fermipan Dan Ragi Instan

oleh
Perbedaan Fermipan Dan Ragi Instan
Perbedaan Fermipan Dan Ragi Instan

Perbedaan Fermipan Dan Ragi Instan Ketika kita ingin membuat roti atau donat pasti ingin hasilnya mengembang dengan baik supaya tidak bantat dan enak dimakan. Saat membaca resep pasti menemukan nama fermipan di daftar bahan. Yang jadi pertanyaan Apa itu fermipan dan bagaimana cara kerjanya?

Baca :

Apa itu Fermipan ?
Fermipan adalah merk yeast (ragi) kering instant dari Perancis yang sudah dikenal oleh pembuat kue di seluruh dunia. Tidak hanya para profesional saja yang menggunakannya, banyak ibu rumah tangga yang memakai fermipan sebagai bahan pengembang roti alami.

Fermipan sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI sehingga anda yang muslim tidak perlu khawatir memakan roti yang dibuat dengan si ragi instant ini.

Perbedaan Fermipan Dan Ragi Instan

Ragi instant sendiri memiliki kandungan air yang sangat sedikit cenderung kering dan berbentuk butiran kecil kasar (mirip pasir) berwarna coklat terang. Kondisi kering inilah yang membuat micro organisme di ragi instant bisa bertahan lama dalam kemasan.

Di pasaran ragi instant dijual dengan berbagai merk, salah satunya adalah fermipan ini. Kita dapat membeli fermipan di warung terdekat, pasar, supermarket dan pastinya toko kue. Harga sebungkus fermipan dengan berat 11gr itu sekitar 4000 rupiah.

ragi ada tiga jenis yakni :

  1. Ragi segar
  2. Ragi coral, dan
  3. Ragi Instant

Ketiga jenis ragi tersebut memiliki fungsi yang sama dalam proses pembuatan kue. Perbedaan hanya terletak pada cara penggunaan, ragi instan lebih mudah digunakan daripada ragi coral maupun segar (basah). Hasil yang didapat juga tidak jauh beda, bila kita menggunakan ragi segar taupun instan.

Alternatif pengembang kue selain fermipan yang bisa kita gunakan adalah Baking Soda yang merupakan pengembang berbahan kimia yang masih aman dikonsumsi.

Ragi Bisa di gunakan untuk membuat Tempe, pizza, roti, donat, kie bolu, tape atau tapai, pembuatan minuman, membuat tahu,

Ragi meninggalkan rasa yang khas pada produk olahannya.

Selama proses fermentasi adonan, ragi memeroduksi berbagai metabolit sekunder seperti keton, alkohol tinggi, asam organik, aldehida, dan ester.

Beberapa kandungan alkohol akan menguap selama proses pemanggangan, sisanya bereaksi satu sama lain hingga menghasilkan rasa baru dan lebih kompleks. Reaksi ini biasa terjadi di kerak roti dan rasa yang dihasilkan berdifusi ke dalam remah roti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *