Ribuan Warga Padati Kramat Cokel, Peringati Haol Raden Kuncung Amarullah

Gerbang masuk Makam Kramat Cokel, (Foto: Budi Harto)

ANTERO CO, LEBAK – Memperingati tahun baru islam 1 Muharam 1440 Hijriyah sekalgus Haol Tb. Raden Kuncung Amarullah, ribuan warga memadati tempat Ziarah pemakaman Kramat Cokel, di kampung Pasir Nangka, desa Curugbitung, kabupaten Lebak- Banten, Minggu (23/9/2018).

Berita yang berhasil dihimpun ANTERO CO, Tradisi yang biasa disebut “Ngembang” oleh warga sekitar ini digelar dari tanggal 21 hingga 23 September 2018 merupakan tradisi turun temurun sejak ratusan tahun lalu, yang diadakan pada Bulan Muharam setiap tahunnya.

Dari berbagai sumber, Raden Kuncung Amarullah merupakan ulama besar dan tokoh penting di Kampung Cokel, beliau di makamkan di pemakaman Keramat Cokel yang pada hari-hari biasa pun Makamnya banyak dikunjungi peziarah.

Makam tersebut juga dipercayai sebagai ulama besar dan tokoh penting terbentuknya kampung Cokel. Beliau dimakamkan di makam Keramat Cokel dan biasa diperingati pada tanggal 12 Muharam.

Ada keunikan yang menjadi ciri khas tradisi ini, dimana masyarakat Cokel menjadikannya sebagai Lebaran Kampung layaknya perayaan Hari Raya, warga yang berdomisili diluar kotapun berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya untuk bersilaturahmi dan berziarah.

Kramat Cokel, Peringati Haol Raden Kuncung Amarullah
Suasana dilokasi Ziarah Makam Kramat Cokel, di kampung Pasir Nangka, kecamatan Curugbitung, Lebak-Banten, Minggu (23/9/2018). (Foto: Budi Harto)

Selain itu, warga dari luar daerah juga ikut meramaikan Ziarah Akbar ini, hampir ribuan warga mengunjungi lokasi ini sebagai kunjungan ziarah wisata religi.

Sementara warga setempat dengan ratusan panitia yang telah disiapkan sibuk mengatur para wisata ziarah ini dari mulai masuk kelokasi mengatur perparkiran dengan beragam harga karcis masuk, baik untuk parkir roda dua maupun roda empat.

Kramat Cokel, Peringati Haol Raden Kuncung Amarullah (2)
Tak lengkap jika pergi ke pemakaman Kramat Cokel tanpa mencicipi kuliner khas tradisional Lebak- Banten yang begitu lezat (Foto: Budi Harto)

Moment ini juga dimanfaatkan ratusan pedagang memadati area pemakaman untuk berjualan menyediakan kuliner khas tradisional dengan pagelaran Pasar Rakyat yang tentunya untuk menambah perekonomian mereka, juga untuk memeriahkan suasana event wisata religi ini. Disusul acara puncak dilaksanakan pada Minggu malam harinya (23/9/2018) dengan menggelar Tabligh Akbar.

Menurut Opik, salah seorang warga setempat saat ditemui ANTERO CO menuturkan, setiap tahunnya acara ini sangat ramai didatangi oleh ribuan pengunjung dari daerah sekitar maupun dari daerah luar. Tradisi ini memang sudah turun temurun diadakan setiap bulan Muharam.

“Mereka (Peziarah-red) datang dari berbagai daerah atau kota, seperti dari Tangerang, Bogor sepertiTenjo dan Parungpanjang, bahkan dari daerah dan kota lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kalau dilihat sebenarnya, makam keramat ini bisa dijadikan objek wisata religi (ziarah-red) seperti di Banten, namun sangat disayangkan belum dikelola dengan baik.

“Keramat cokel ini padahal ramai dikunjungi ribuan orang penziarah dari luar daerah kabupaten lebak, dan sangat berpotensi. Namun pengelolaannya belum baik, hal ini perlu sentuhan dinas pariwisata kabupaten lebak, agar kedepan aset wisata ini menjadi salah satu objek wisata di lebak yang banyak dikunjungi peziarah,” katanya.

Sementara itu, Ajun, salah seorang peziarah asal warga Tangerang mengaku, dirinya sudah sering datang kesini menjelang bulan Muharam untuk memperingati haol wafatnya Tb. Raden Kuncung Amarullah yang diakui sebagai ulama besar.

“Saya setiap tahun datang kesini saat bulan Muharam untuk berziarah ke makam keramat Raden Kuncung Amarullah, karena memang sudah tradisi,” tutup Ajun. (Bud).

Ribuan Warga Padati Kramat Cokel, Peringati Haol Raden Kuncung Amarullah
5 (100%) 3 votes
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *