Sejarah Kabupaten Serang Provinsi Banten

Sejarah Kabupaten Serang
Situs Cagar Budaya Bendung Lama Pamarayan adalah Bangunan buatan kolonial Belanda tahun 1905 dan pertama kali dibuat oleh Belanda di Indonesia. Presiden Pertama Ir. Soekarno pernah berkunjung ke situs ini.
Bagikan Ke:
Sejarah Kabupaten Serang Provinsi BantenBanten Lama yang terletak di Teluk Banten pernah menjadi pusat Kesultanan Banten. Daerah ini adalah tempat di mana kapal-kapal Belanda mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia. Di daerah ini ada 2 situs sejarah agama yang bersebelahan, yaitu Masjid Agung dan Vihara Avalokitesvara. Beberapa harta dari Cina ditemukan di daerah Banten Lama, dalam bentuk Patung Giok berbentuk naga besar dan beberapa perabotan mewah dari bahan yang sama.

Baca juga: 7 Kuliner khas Serang Banten yang enak bikin lidah bergoyang

Sejarah Kabupaten Serang Provinsi Banten

Keberadaan benda yang sangat berharga ternyata luput dari perhatian pemerintah setempat, dan konon masih dimiliki oleh penemu properti. Sejarah Kabupaten Serang tidak dapat dipisahkan dari sejarah Banten pada umumnya, karena Kabupaten Serang merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Banten yang didirikan pada abad ke-16 dengan pemerintah pusatnya terletak di Serang (kini bagian dari wilayah Kota Serang).

Sebelum abad ke 16, berita tentang Banten tidak tercatat dalam sejarah, dikatakan bahwa pada awalnya Banten masih menjadi bagian dari otoritas Kerajaan Sunda. Menurut satu versi sejarah, dahulu ketika tanah Sunda masih di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran (era Sri Baduga Maharaja Raja Siliwangi: 1482-1521 M), sudah ada dua kerajaan di Banten, yaitu Kerajaan Banten Girang dan Banten Kerajaan Pasisir. Banten Girang dipimpin oleh Adipati Suranggana, dan Pasisir Banten dipimpin oleh Adipati Surosowan.

Keduanya disebut-sebut sebagai putra Raja Siliwangi yang merupakan buah dari pernikahannya dengan Dewi Mayang Sunda.

Adipati Surosowan memiliki seorang putri bernama Kawung Anten yang kemudian menikah dengan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dari Cirebon. Dari pasangan ini lahirlah seorang anak laki-laki bernama Sabakingking.

Sebagai putra Sunan Gunung Jati, Sabakingking mewarisi pengetahuan agama Islam dan ahli dalam mengatur kerajaan. Jadi setelah berhasil menaklukkan Banten Girang pada tahun 1525, dan menyatukannya dengan Pasisir Banten, Sabakingking mendirikan kesultanan Islam di Banten terlebih dahulu. Atas prakarsa Syarif Hidayatullah, pusat pemerintahan yang semula berlokasi di Banten Girang dipindahkan ke Pasisir Banten.

Penobatan Sabakingking dengan gelar “Maulana Hasanuddin” sebagai pemimpin dan yang memeluk Islam ke Banten, dilakukan pada tanggal 1 Muharram 933 H yang bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi.

Pada masa Sultan Hasanuddin sebuah istana dibangun sebagai istana kesultanan yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pada saat yang sama adalah pusat kota, Istana Surosowan. Istana ini dibangun sekitar 1552-1570, dan dikatakan bahwa di masa depan itu melibatkan seorang arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel (1680-1681), yang memeluk Islam dengan gelar Pangeran Wiraguna.

Dinding setinggi 2 meter membelah sekeliling area istana sekitar 3 hektar. Surosowan menyerupai benteng Belanda yang kuat dengan benteng (sudut benteng yang berbentuk seperti berlian) di empat sudut bangunan. Bangunan di dalam dinding istana tidak lagi utuh. Hanya menyisakan reruntuhan tembok dan fondasi ruangan dengan kuadrat puluhan.

Baca juga : Sejarah Kota Serang Banten – Informasi Situs Budaya Indonesia

Sejarah Kabupaten Serang Provinsi Banten
5 (100%) 3 votes
Loading...

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Salam kenal semuanya, jangan lupa berlangganan artikel dari kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *