Sejarah Rumah Lengkong di Serpong, Tangerang Provinsi Banten

Sejarah Rumah Lengkong di Serpong, Tangerang Provinsi Banten
Sejarah Rumah Lengkong di Serpong, Tangerang Provinsi Banten
Bagikan Ke:
Rumah Lengkong – Dipersiapkan di antara banyak bangunan modern di daerah Serpong, Tangerang, rumah bergaya Betawi berdiri tegak. Rumah itu adalah salah satu peninggalan sejarah ketika “Lengkong Events” berlangsung pada 25 Januari 1946.

Sejarah Rumah Lengkong di Serpong

Di tempat ini, Mayor Daan Mogot, yang namanya sekarang diabadikan sebagai nama jalan penghubung antara daerah Jakarta Barat dan Tangerang, mati sebagai pahlawan nasional ketika ia ingin menghancurkan penjajah Jepang dalam proses gencatan senjata yang memilukan.

Di masa lalu, rumah ini adalah toko senjata untuk pasukan Jepang. Dikatakan bahwa desain arsitektur rumah ini tidak banyak berubah, didominasi oleh cat putih dengan aksen hijau, sekarang di dalam ketika dirayakan, acara Lengkong akan dihiasi dengan sejumlah foto perjuangan.

Tidak banyak yang tahu bahwa di Serpong ada rumah yang memiliki nilai sejarah.
Menjadi saksi di era kemerdekaan, tepatnya di era penjajahan Jepang.
Rumah ini memiliki nilai sejarah yang menarik untuk dikunjungi, jadi Anda ingin pergi ke sana ? semua yang Anda ingin kunjungi daerah Serpong sehingga Anda tidak akan bosan.

Lokasi rumah Lengkong ini sepi, di kanan kiri tidak ada rumah, hanya di bagian belakang berbatasan dengan pagar salah satu kluster perumahan elit di BSD. Adem di naungi pohon-pohon besar. Disebelahnya ada Monumen Lengkong.

Berdasarkan sejarah, sebagaimana tertulis di prasasti Lengkong ;
“Pada Hari Jumat petang tanggal 25 Januari 1946, telah terjadi peristiwa berdarah di Lengkong / Serpong, dimana pasukan dari Akademi Militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot yang tengah merundingkan penyerahan senjata dari Pasukan Jepang di Lengkong kepada Pasukan TRI secara tiba-tiba sekali telah dihujani tembakan dan diserbu oleh Pasukan Jepang, sehingga mengakibatkan gugurnya 34 Taruna Akademi Militer Tangerang dan 3 Perwira TRI, diantaranya Mayor Daan Mogot sendiri.”

Insiden itu terjadi di hutan Lengkong di daerah ini dan pada waktu itu rumah ini berfungsi sebagai gudang senjata pasukan Jepang. Pada musim gugur, Mayor Daan Mogot lahir di Manado yang berusia 17 tahun, seorang perwira dan pahlawan muda. Mungkin karena dedikasi dan keahliannya sehingga ia diangkat sebagai petugas di usia muda. Ia tercatat sebagai salah satu pendiri dan Direktur Pertama Akademi Militer Tangerang (MAT) yang didirikan pada November 1945.

Rumah ini terlihat terawat dengan baik dan sekarang digunakan sebagai museum. Tetapi waktu berkunjung pada hari Minggu ini ditutup. Sayang sekali jika rumah bersejarah ini yang dirawat dengan baik dan berada dalam lingkungan yang tertata rapi, berada di tepi jalan besar. tetapi kurang diinginkan untuk dikunjungi.

Tempat bersejarah yang terawat baik ini kurang diminati, tidak heran jika ada tempat bersejarah lain yang ditinggalkan, rusak dan terlupakan.

Baca juga: Sejarah Kabupaten Serang Provinsi Banten

Sejarah Rumah Lengkong di Serpong, Tangerang Provinsi Banten
5 (100%) 2 votes
Loading...

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Salam kenal semuanya, jangan lupa berlangganan artikel dari kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *