Serang Tak Berlakukan Tilang Pengemudi Merokok dan Mendengarkan Musik

0
19
Serang Tak Berlakukan Tilang Pengemudi Merokok

ANTERO, BANTEN – Warga Serang, Banten, tidak perlu khawatir ditilang karena merokok saat berkendara di dalam mobil jika tidak membahayakan. Begitu pula saat mendengarkan musik dan menggunakan Global Positioning System (GPS).

“Kalau ngerokok enggak, kecuali nonton video. Kalau GPS kan enggak terus lihat HP (handphone). Kan, ada suara petunjuk arah. Begitu juga dengan musik,” kata AKP Ali Rahman, Kasatlantas Polres Serang Kota, saat ditemui di kantornya, Senin (5/3/2018).

Selama bertugas mengorganisir lalu lintas, ia sering menemukan pengemudi kendaraan roda empat yang merokok. Alasan untuk menghilangkan kantuk dan mengejarnya.

“Apalagi kalau perjalanan jauh, ada alasan merokok ngilangin ngantuk. Tapi, saran saya, kalau ngantukya istirahat dulu,” terangnya.

Dia menjelaskan bahwa yurisdiksi Kantor Polisi Kota Serang yang membawahi 13 polsek akan melaksanakan Operation Safety dari 5 hingga 25 Maret 2018. Operasi tersebut dilakukan dengan Dinas Perhubungan, TNI, dan Samsat.

“Dulu (namanya) Operasi Simpatik, kegiatan yang dilakukan preventif, mengedepankan pencegahan, sosialisasi. Tujuannya tetap sama, menekan angka kecelakaan,” jelasnya.

Baca : Polisi Gerebek Perusahaan Solar Palsu Di Serang

Baca : Kerap Lakukan Pungli, Oknum Preman Di Cikande Dibekuk Polisi

Ditilang jika menonton video

Sementara itu, di akun Instagram NTMC Police, Inspektur Jenderal Kakorlantas Pol Royke Lumowa menjelaskan, jika tidak ada larangan merokok saat berkendara. Hal yang sama berlaku untuk pengemudi yang mendengarkan musik di dalam mobil. Royke menekankan yang terlarang, yakni menonton video atau televisi.

Hal itu telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 pada Pasal 106 ayat 1: “Yang dimaksud dengan penuh konsentrasi adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.”

Jika hal itu dilanggar, maka akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 283, yakni: “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagai mana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.”

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here