Tidak Terima Di Pukul Oknum Satgas GO-JEK, Korban Melapor Ke Polisi

oleh
Tidak Terima Di Pukul Oknum Satgas GO-JEK, Korban Melapor Ke Polisi
Tidak Terima Di Pukul Oknum Satgas GO-JEK, Korban Melapor Ke Polisi

KOTA SERANG. Pemukulan terhadap salah satu pengemudi Ojek Pangkalan (Opang) yang mangkal di Pangkalan Komplek Citra Gading, Cipocok Jaya Kota Serang-Banten, oleh Oknum Satgas Mitra Gojek yang berkantor di Jl. Kh. Sokhari Kidang Kota Serang, menurut Tohiri rekan opang sekaligus saksi kejadian pemukulan, oknum tersebut diduga aparat dari Sat Brimob. Selasa (12/12/2017)

Kusmayadi (30) korban, anggota Ojek Pangkalan (Opang) warga Link. Butimanik Rt 01/07, Kelurahan Banjarsari Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang – Banten, yang kesehariannya mangkal di Komplek Citra Gading Cipocok Jaya Kota Serang – Banten.

Berawal, menurut Tohiri, Kusmayadi (Korban) dan Tohiri serta rekan opang lainnya sedang mendengarkan arahan dari pihak Mitra Gojek, yang katanya Satgas Mitra Gojek, pihak Gojek tersebut yakni Arif dari Managemen Gojek dan pelaku yang diduga mengaku dari aparat Sat Brimob.

Tohiri menerangkan, mereka berdua mendatangi pangkalan Ojek Citra Gading. Ketika korban dan teman lainnya sedang mendengarkan arahan dari pihak Mitra Gojek, lalu Pelaku menanya Korban, dan korban pun menjawabnya, setelah menjawab tiba-tiba pelaku memukul kusmayadi dengan tangan kanan sebanyak satu kali dibagian mulut dan hidung hingga berdarah. “Kamu paham ga” kata si pelaku yang ditirukan oleh Tohiri, lalu Korban menjawab ” Paham pak” kata Tohiri, dengan nada menirukan korban selanjutnya, kepada wartawan. (13/11/17)

Tohiri, melanjutkan kembali, Setelah memukul korban, sipelaku mengeluarkan benda yang diduga mirip dengan sebuah senjata api. “Setelah memukul korban pelaku itu mengeluarkan sebuah benda persis seperti senjata api” Bebernya.
Setelah kejadian korban dibawa rekan-rekan untuk mendapatkan pengobatan dan divisum, dengan bukti visum dan saksi, korban dan rekan-rekan langsung melaporkan kejadian ini ke Polda Banten. “Sesudah divisum kami dan rekan-rekan menuju polda banten untuk melaporkan kejadian ini” Jelas Tohiri.

Roni Alfa.Cs sebagai mitra opang selaku pendamping Opang turut mendampingi dalam pelaporan kejadian tersebut ke Polda Banten, ia pun membenarkan, “Benar kami mendampingi korban untuk melaporkan kejadian ini ke Polda banten” Ungkapnya.

Roni, mengungkapkan, pada pelaporan tersebut korban telah diterima pihak Kepolisian Daerah (Polda) Banten dengan Tanda Bukti Lapor (TBL) nomor : TBL/479/XIII/2017/Banten/SPKT III. tertanggal 12 Desember 2017 yang ditandatangani oleh Ka.SPKT III AKP Mohamad Said, SH. Dan dalam laporan tersebut yang berbunyi tindak penganiayaan dengan pasal 351 ayat (1) dan atau pasal 352 KUHP, kini akan ditindaklanjuti oleh pihak Polda.

“Laporan korban sudah diterima oleh SPKT III Polda Banten, dengan dugaan Tindak Penganiayaan pasal 351 ayat (1) dan atau pasal 352 KUHP, selanjutnya kami menunggu hasil proses pihak hukum selanjutnya” Ungkapnya (*zar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *