Tujuan Penilaian dan Evaluasi Belajar Teori Behavioristik Dan HumanistiK 

oleh

Kelemahan Dan Kelebihan Teori Belajar Behavioristik Dan HumanistiK

Dalam dunia pendidikan terdapat macam-macam teori belajar yang sering kali diterapkan oleh seorang guru ketika sedang memberikan sebuah materi di dalam kelas. Tapi, sering kali terjadi peserta didik tidak mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Hal tersebut menyebabkan mereka tidak bisa menerima materi yang disampaikan guru secara maksimal.

Pada dasarnya peserta didik hanya membutuhkan proses pembelajaran yang menyenagkan agar mereka tidak bosan di dalam kelas. Hal itu terjadi karena dalam penerapan teori belajar, seorang guru belum mampu menerapkan teori pembelajaran secara baik. Seharusnya guru harus mempelajari terlebih dahulu tentang kelemahan dan kelebihan teori pembelajaran tersebut. Agar dapat meminimalkan kekurangan dan memaksimalkan kelebihan dari teori-teori pembelajaran, salah satunya adalah teori belajar behavioristik dan humanistik. Dengan demikian proses pembelajaran akan berjalan secara maksimal.

Pengertian Teori Belajar Behavioristik dan Humanistik

Sebelum mengetahui kelemahan dan kelebihan teori behavioristik dan teori humanistik tentu harus mengetahui pengertian teori tersebut. Teori belajar behavioristik adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman belajar dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Sedangkan teori belajar humanistik adalah suatu upaya guru dalam membantu peserta didik untuk mengembangkan dan memunculkan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik.

Kelemahan Dan Kekurangan Teori Behavioristik

Kelemahan

  • Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru (teacher centered learning), bersifat meanistik, dan hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan diukur.
  • Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.
  • Siswa ( tori skinner ) baik hukuman verbal maupun fisik seperti kata – kata kasar , ejekan , jeweran yang justru berakibat buruk pada siswa.
  • Tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan atau belajar yang tidak dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon.
  • Tidak mampu menjelaskan alasan-alasan yang mengacaukan hubungan antara stimulus dan respon ini dan tidak dapat menjawab hal-hal yang menyebabkan terjadinya penyimpangan antara stimulus yang diberikan dengan responnya.

Kelebihan

  • Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti kecepatan, spontanitas, kelenturan, refleks, dan daya tahan.
  • Mampu mengarahkan siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif.
    membawa siswa menuju atau mencapai target tertentu, sehingga menjadikan peserta didik untuk bisa bebas berkreasi dan berimajinasi.

Kelemahan Dan Kelebihan Teori Belajar Humanistik

Kelemahan

Bersifat individual, proses belajar tidak akan berhasil jika tidak ada motivasi dan lingkungan yang mendukung, sulit diterapkan dalam konteks yang lebih praktis.

  • Peserta didik kesulitan dalam mengenal diri dan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
  • Teori humanistik tidak bisa diuji dengan mudah dan banyak konsep dalam psikologi humanistik.

Kelebihan

  • Bersifat pembentukan kepribadian,hati nurani,perubahan sikap,analisis terhadapfenomenasocial. Siswa merasa senang,berinisiatif dalam belajar. Guru menerima siswa apa adanya,memahami jalan pikiran siswa.
  • Siswa d ituntut untuk berusaha agar lambat laun mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya dan mempunyai pengaruh yang signifikan pada ilmu psikologi danbudaya populer.
    selalu mengedepankan akan hal-hal yang bernuansa demokratis, partisipatif-dialogis dan humanis.
  • Suasana pembelajaran yang saling menghargai, adanya kebebasan berpendapat, kebebasan mengungkapkan gagasan.
  • Seterlibatan peserta didik dalam berbagai aktivitas di sekolah, dan lebih-lebih adalahkemampuan hidup bersama (komunal-bermasyarakat) diantara peserta didik yang tentunyamempunyai pandangan yang berbeda-beda.

Kesimpulan

Menurut pembahasan yang sudah tepapar di atas, dapat disimpulkan dalam kalimat yang lebih sederhana. Bahwa pengertian teori behavioristik adalah siswa akan menerima sebuah stimulus untuk memunculkan gagasan yang sudah ada dalam memorynya. Dan teori belajar humanistik adalah siswa diberikan suatu masalah dan dituntut untuk memunculkan ide atau solusi dari masalah tersebut. Masing-masing teori mempunyai kelemahan dan kelebihan, jadi menjadi seorang guru harus bisa memahami kelemahan dan kelebihan tersebut. Agar dalam penerapannya seorang guru mampu membuat proses pembelajaran menjadi maksimal.

Penilaian di kelas oleh guru hendaknya diarahkan pada empat tujuan berikut:

  • Penelusuran (keep track), yang dilacak agar proses belajar siswa tetap sejalan dengan rencana. Guru mengumpulkan informasi sepanjang semester dan tahun ajaran melalui berbagai bentuk penilaian kelas untuk memperoleh gambaran tentang pencapaian kompetensi oleh siswa.
  • Memeriksa, yaitu untuk memeriksa apakah ada kelemahan yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran. Melalui penilaian kelas, baik guru formal maupun informal memeriksa kompetensi apa yang telah dan belum dikuasai oleh siswa.
  • Cari (mencari tahu), yaitu menemukan dan menemukan hal-hal yang menyebabkan kelemahan dan kesalahan dalam proses pembelajaran. Guru harus selalu menganalisis dan merefleksikan hasil penilaian kelas dan mencari hal-hal yang menyebabkan proses belajar tidak bekerja secara efektif.
  • Menyimpulkan, yang menyimpulkan apakah siswa telah menguasai semua kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum atau tidak. Kesimpulannya sangat penting bagi guru terutama ketika guru diminta untuk melaporkan hasil kemajuan anak kepada orang tua, sekolah, atau pihak lain.
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *