Wali Kota TangSel Menangis, Saat Datangi Korban Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen, Subang

oleh
Walikota Tangsel Menangis, Saat Datangi Korban Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen, Subang

Berita Lainnya :

ANTERO.CO, TANGERANG – Tragedi kecelakaan maut ditanjakan emen Subang (10/02/2018) yang menimpa warga Tangerang Selatan – Banten, menjadi duka mendalam bagi para keluarga korban.

Kemudian, akhirnya 19 unit mobil ambulans yang membawa jenazah korban kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, tiba di RSUD Tangerang Selatan.

Sebelumnya para keluarga korban sudah menunggu Jenazah dari Subang Jawa Barat untuk dibawa ke Tangerang Selatan Banten. Namun para keluarga Korban menunggu di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Selatan, Minggu pagi. (11/02/18).

Setelah sesampainaya Jenazah di RSUD, lalu dimandikan di ruang Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Tangsel, sebelum Jenazah dishalatkan di Masjid RSUD Tangsel.

Pada suasana yang mengharukan yang menimpa warga Tangsel, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, turut berduka dan mendatangi keluarga korban untuk memberikan dukungan moril.

Pada suasana haru yang terbawa suasana, Walikota Tangsel, Airin Diany Rahmi, tak kuasa menahan kesedihan yang menimpa warganya tersebut yang mengalami kecelakaan maut itu, sehingga ia memeluk erat keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya, dan ia pun sedih dan menangis.

Sementara salah satu korban kecelakaan maut yang selamat, Khodijah, warga Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten. Ia tidak menyangka dirinya bisa lolos dan selamat dari kecelakaan maut di Tanjakan Emen Subang, Jawa Barat.

Khodijah menceritakan sebelumnya, rekannya yang jadi korban meninggal dunia di kecelakaan tersebut berfirasat sebelum meninggal. Khodijah dan rekannya, Muliyamah, dua hari sebelum kecelakaan, (9/2/2018), bertemu untuk membuat foto profil lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Tangerang.

Khodijah menuturkan, ia pun tidak menyangka, puluhan rekan-rekannya secepat itu meninggal dalam perjalanan dan kecelakaan maut, padahal, menurut ia dirinya satu rombongan bus, akan tetapi ia selamat dan lolos dari kecelakaan maut tersebut.

Mulyamah, cerita Khodijah, merasakan tangannya dingin tanpa sebab. “Iya waktu itu dia bilang ke saya, tangan saya kok dingin ya, dia bilang juga ngerasa enggak enak,” Ceritanya kepada Wartawan. (11/02/18). (*zar)

Nilai Kualitas konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *