Warga Cemplang Keluhkan Polusi Pabrik PT Indo Karbon

0
39
Warga Cemplang Keluhkan Polusi Pabrik PT Indo Karbon
Asap yang diduga ditimbulkan dari PT Indo Karbon Prima Jaya dikeluhkan sebagian warga desa Cemplang, Jawilan, Serang-Banten.

ANTERO CO, Serang | Sebagian warga Desa Cemplang Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang yang tinggal disekitar kampung Sanding mengeluhkan soal polusi bau tidak sedap dari asap yang diduga ditimbulkan dari PT Indo Karbon Prima Jaya (IKPJ) yang berlokasi tak jauh dari kantor Desa setempat.

Bau tidak sedap yang tercium sangat menyengat dari debu asap polusi udara diduga dari hasil pembakaran itu, selain di kampung Sanding bahkan menyebar hingga ke kampung disekitarnya.

Lia (34), salah seorang warga kampung Sanding, desa Cemplang mengungkapkan, sudah empat tahun ini ia merasakan penciuman bau menyengat dan debu yang mengganggu pernafasan hingga menyesakan dadanya. Akibat polusi diduga ditimbulkan dari aktivitas produksi pabrik tersebut.

Lia mengaku, debu hitam pekat itu setiap hari sudah menjadi pemandangan biasa dilingkungan rumahnya.

“Bau asap menyengat pak, setiap harinya, menimbulkan kotor ke dalam rumah saya, karena cerobong pembuangan asapnya itu pendek,” kata Lia kepada awak media, Kamis (28/11/2018).

Bahkan, keluh Lia, anaknya ketika umur setahun sempat menderita flek.

“Lebih parah lagi, sering saya alami saat meludahpun sempat berwarna hitam akibat polusi dari asap debu itu,” paparnya.

Senada dikatakkan oleh seluruh Perangkat Desa (Prades) Cemplang, pihaknya mengaku terganggu dengan kondisi bau dan debu polusi saat melakukan aktivitas dikantor desanya.

“Bukan hanya kami yang terganggu, warga kamipun yang datang ke kantor desa sangat mengeluhkannya,” tutur Iman saat ditemui awak media dikantor desa setempat.

Pantauan dilapangan, perusahaan yang diketahui memproduksi Karbon Powder ini, keberadaannya memang sangat dekat sekali dengan permukiman penduduk dan kantor desa Cemplang.

Informasi diperoleh, perusahaan ini diduga sudah beberapa kali bermasalah dengan masyarakat sekitarnya terkait polusi yang dihasilkan dari aktifitas proses produksinya.

Bahkan, perusahaan ini juga pernah memindahkan sekolah SDN Kampung Baru yang ada disebelah pabrik kekampung tetangga, lantaran siswa sekolah ini tidak tahan dengan polusi udaranya yang mengganggu aktifitas saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Hingga berita ini diterbitkan awak media masih berupaya untuk konfirmasi terhadap pihak manajemen perusahaan tersebut. (Bud/Red)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here