Diduga Sedot Solar ke Jeriken, Sopir Tronton Terciduk Saat Antre BBM di SPBU Sumur Bandung

oleh

Kabupaten Tangerang | Antero.co – Dugaan praktik pemindahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ke sejumlah jeriken kembali menjadi sorotan. Seorang sopir mobil tronton bernomor polisi BE 8654 AUC diduga memindahkan solar dari tangki kendaraannya ke beberapa jeriken yang berada di belakang jok sopir saat kendaraan tersebut tengah mengantre di sekitar SPBU Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Rabu (30/09/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.45 WIB di depan SPBU Sumur Bandung. Berdasarkan keterangan narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, kendaraan tersebut disebut belum mendapatkan giliran mengisi BBM dan masih berada di bagian belakang antrean. Namun, sopir diduga melakukan penyedotan solar dari tangki kendaraan untuk dipindahkan ke sejumlah jeriken.

“Diduga belum mengisi BBM, masih sedang antre paling belakang. Tapi berani sekali menyedot solar di depan pom bensin,” ujar narasumber.

Saat dikonfirmasi mengenai aktivitas tersebut, sopir yang belum diketahui identitasnya disebut memberikan alasan bahwa BBM tersebut akan digunakan dalam perjalanan menuju Pekanbaru. “Saya kan beli, mau ke Pekanbaru. Di Lampung kan susah isi BBM, harus antre,” ujar sopir tersebut. Setelah dikonfirmasi, sopir kemudian meninggalkan lokasi.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan distribusi BBM solar, khususnya di tengah antrean kendaraan yang kerap terjadi di sejumlah SPBU. Namun, tujuan pemindahan solar ke dalam jeriken serta apakah aktivitas tersebut melanggar ketentuan belum dapat dipastikan dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.

Pengelola SPBU Sumur Bandung maupun aparat penegak hukum diharapkan dapat memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut, termasuk mekanisme pengawasan terhadap kendaraan yang mengisi BBM solar dan aktivitas pemindahan BBM di sekitar area SPBU. Status dugaan ini masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.

(A. Darmawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.