Serang | Antero.co – Kegiatan santunan anak yatim piatu yang dirangkaikan dengan doa bersama serta buka puasa bersama berlangsung sukses di Desa Panyabangan, Kecamatan Cikande (RT 01/RW 01 Kampung Katulisan). Kegiatan ini menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas masyarakat dalam membangun kebersamaan.
Acara tersebut menghadirkan qori Ustaz Mufid dan penceramah Ustaz Hidayatullah. Kegiatan juga didukung oleh Lembaga Perlindungan Konsumen Merah Putih (LPKMP) dan Komando Kesatuan Pembela Merah Putih (KKPMP) Markas Cabang Cikesal, Kabupaten Serang, yang dipimpin oleh Ketua Agus Bonen.
Sekitar 30 anggota terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini. Meski jumlahnya tidak besar, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan masyarakat sangat tinggi.
Ketua pelaksana Agus Bonen menyampaikan harapannya agar ke depan organisasi bersama masyarakat dapat terus berkembang dan semakin maju. Ia juga menekankan pentingnya kekompakan warga dalam setiap kegiatan sosial.
“Harapan saya ke depan, kita bisa lebih maju sebagai organisasi bersama masyarakat. Selain itu, saya ingin masyarakat lebih kompak lagi dan lebih bersatu. Meski kegiatan ini hanya dilaksanakan setahun sekali, semoga kebersamaan kita semakin solid,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan hasil swadaya masyarakat yang telah berjalan selama tiga tahun tanpa bantuan dari pemerintah, baik daerah maupun pusat. Dana yang terkumpul mencapai Rp12.500.000, yang berasal dari donatur warga setempat maupun masyarakat luar desa dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp50.000 hingga Rp500.000 secara sukarela.
“Alhamdulillah, kegiatan ini murni dari hasil komunikasi dan solidaritas masyarakat, termasuk melalui grup WhatsApp. Tidak ada paksaan dalam donasi, semua berdasarkan keikhlasan, dan yang terpenting kegiatan ini terlaksana tanpa hutang sepeser pun,” tambahnya.
Meski telah rutin dilaksanakan, panitia berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah ke depannya, baik dalam bentuk bantuan fasilitas maupun pendanaan.
“Kami berharap adanya perhatian dari pemerintah, sekecil apa pun bentuknya. Kegiatan ini sudah berjalan tiga tahun, namun belum pernah mendapat perhatian. Harapannya ke depan bisa lebih diperhatikan,” ungkapnya.
Kegiatan yang melibatkan seluruh warga desa ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang semakin mempererat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
(H.Naemy)






