LPandeglang | Antero.co – Komitmen terhadap keterbukaan informasi serta kepedulian terhadap keselamatan peserta didik menjadi perhatian utama SDN Sukadame 2, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hal tersebut disampaikan Kepala SDN Sukadame 2, Dadang Yuniarta, S.Pd., saat menerima kunjungan silaturahmi insan pers yang melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah.senin (13/7/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung di ruang kerja kepala sekolah dalam suasana yang hangat, penuh keakraban, dan mengedepankan semangat keterbukaan. Dalam kesempatan itu, pihak sekolah memaparkan secara langsung berbagai kondisi yang dihadapi, khususnya terkait bangunan ruang kelas yang mengalami kerusakan dan dinilai sudah tidak layak digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.
Dadang Yuniarta menegaskan bahwa pihak sekolah memandang insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang objektif, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan media merupakan bagian penting dalam mendorong transparansi sekaligus mempercepat penyampaian aspirasi masyarakat kepada para pemangku kebijakan.
“Kami menyambut baik kehadiran rekan-rekan insan pers di SDN Sukadame 2. Kami siap berkolaborasi dan menjunjung tinggi keterbukaan informasi demi kepentingan dunia pendidikan. Pers merupakan mitra yang dapat membantu menyampaikan kondisi nyata yang terjadi di lapangan sehingga dapat diketahui oleh masyarakat maupun para pemangku kebijakan,” ujar Dadang.
Dalam dialog tersebut, Dadang juga menjelaskan bahwa persoalan paling mendesak yang dihadapi sekolah saat ini adalah kondisi ruang kelas 1 yang mengalami kerusakan cukup berat. Menurutnya, kerusakan pada bagian atap telah menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik apabila ruangan tersebut tetap digunakan.
“Kami sangat mengeluhkan kondisi ruang kelas 1 yang sangat memprihatinkan. Atap bangunan sudah mengalami kerusakan cukup parah sehingga kami khawatir sewaktu-waktu bisa ambruk. Apalagi ketika musim hujan, hampir seluruh bagian atap mengalami kebocoran yang cukup serius. Demi menjaga keselamatan siswa dan guru, kami mengambil keputusan untuk tidak lagi menggunakan ruang kelas tersebut,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah memindahkan sementara kegiatan belajar mengajar siswa kelas 1 ke ruang perpustakaan. Kebijakan tersebut diambil agar proses pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Meski demikian, penggunaan ruang perpustakaan sebagai kelas darurat dinilai bukan solusi jangka panjang. Selain mengurangi fungsi utama perpustakaan sebagai sarana literasi, kondisi tersebut juga berdampak pada kenyamanan proses belajar mengajar.
Dadang berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi bangunan SDN Sukadame 2 dengan melakukan peninjauan langsung di lapangan.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pendidikan dapat segera memberikan perhatian dan turun langsung meninjau kondisi bangunan sekolah ini. Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Kami berharap adanya rehabilitasi ruang kelas agar siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, dan layak,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh tenaga pendidik di SDN Sukadame 2 tetap berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik meskipun menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh dedikasi para guru, tetapi juga membutuhkan dukungan fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan representatif sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
Di lokasi yang sama, Wakil Pimpinan Redaksi Media AnalisaSiberNews.com, Dedi Supandi, menyampaikan apresiasi atas sikap terbuka yang ditunjukkan Kepala SDN Sukadame 2 dalam menerima kunjungan insan pers.
Menurut Dedi, hubungan yang baik antara lembaga pendidikan dan media merupakan salah satu bentuk sinergi positif dalam mewujudkan transparansi informasi kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi Kepala SDN Sukadame 2 yang menerima kehadiran insan pers dengan baik serta membuka ruang komunikasi yang positif. Pers hadir bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menyampaikan fakta-fakta di lapangan secara profesional, berimbang, dan sesuai dengan kode etik jurnalistik,” ujar Dedi.
Ia menilai kondisi ruang kelas yang mengalami kerusakan perlu segera mendapat perhatian pemerintah daerah agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun membahayakan keselamatan warga sekolah.
“Kami berharap pemerintah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang dapat segera melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi SDN Sukadame 2. Keselamatan siswa dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas. Jangan sampai menunggu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baru dilakukan penanganan,” tegasnya.
Dedi juga menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik, termasuk sektor pendidikan. Menurutnya, pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta di lapangan diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah dalam mendorong penyelesaian berbagai persoalan.
“Media memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan kondisi riil yang terjadi di lapangan. Kami berharap pemberitaan ini dapat menjadi perhatian bersama sehingga upaya rehabilitasi ruang kelas SDN Sukadame 2 dapat segera direalisasikan demi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik,” pungkasnya.
Kunjungan insan pers ke SDN Sukadame 2 menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan dan media dalam membangun keterbukaan informasi. Harapannya, aspirasi yang disampaikan pihak sekolah dapat memperoleh perhatian dari instansi terkait sehingga kebutuhan rehabilitasi ruang kelas dapat segera ditindaklanjuti.
Perbaikan sarana pendidikan bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menjamin keselamatan peserta didik. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan insan pers, diharapkan seluruh siswa SDN Sukadame 2 dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
(Soleh)





