Kabupaten Tangerang | Antero.co – Penurunan kualitas air baku di Sungai Cisadane berdampak pada operasional suplai air bersih PT Aerta Tangerang. Akibat meningkatnya kadar polutan di sumber air tersebut, distribusi air ke sejumlah wilayah pelanggan mengalami gangguan atau penghentian sementara.
Penghentian ini sejak Senin malam pukul 22.30 Sampai hari ini belum aktif. Selasa (10/2/2026).
Pihak manajemen PT Aerta Tangerang melalui keterangan akun resminya menyatakan bahwa kondisi air baku saat ini memerlukan pemeriksaan laboratorium yang ketat.
Hal ini mengakibatkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) tidak dapat beroperasi secara optimal demi menjaga standar kesehatan dan keselamatan air yang didistribusikan ke masyarakat.
Dampak di Kelurahan Sukamulya
Gangguan suplai air ini sangat dirasakan oleh warga di wilayah Kelurahan Sukamulya, khususnya penghuni:
1. Perumahan Mulya Asri 1 dan 2
2. Perumahan Mediterania 1 dan 2
3. warga masyarakat Kelurahan Sukamulya yang memanfaatkan Jasa aerta PDAM Tangerang.
Menghadapi kondisi air PDAM yang mati, warga di keempat perumahan tersebut berbondong-bondong mencari sumber air alternatif. Selain memanfaatkan air bor di fasos juga.
Salah satu titik utama yang menjadi tujuan warga adalah Sumur Wareng, sebuah sumber mata air lokal yang lokasinya berdekatan dengan area pemukiman warga.
Komitmen Pemulihan
PT Aerta Tangerang menegaskan bahwa mereka terus memantau kondisi air baku di Sungai Cisadane secara berkala. Operasional instalasi pengolahan akan segera dinormalkan kembali segera setelah kualitas air baku memenuhi syarat teknis dan kesehatan yang ditetapkan.
Warga diimbau untuk menggunakan air secara bijak selama masa pemulihan ini dan terus memantau saluran komunikasi resmi untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai normalisasi suplai air.
(Soleh)





