Tangerang, anterin.co – Mentor UMKM, Mahessa Erlangga, mengajak para pengrajin anyaman bambu di Kecamatan Jambe untuk lebih memahami dan memanfaatkan strategi pemasaran digital guna meningkatkan daya saing produk lokal. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pemberdayaan Usaha Mikro Anyaman Kecamatan Jambeyang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang di Aula Kantor Kecamatan Jambe, Rabu (17/6).
Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00 WIB tersebut, Mahessa membawakan materi bertajuk “Strategi Pemasaran Produk Lokal UMKM Jambe.” Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya membangun pemasaran yang terencana, mulai dari pengenalan produk, penguatan nilai jual, hingga pemanfaatan media digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut Mahessa, kualitas produk yang baik perlu diimbangi dengan kemampuan pemasaran yang tepat agar dapat berkembang dan bersaing di tengah perubahan perilaku konsumen.
“Banyak produk anyaman bambu dari Jambe yang memiliki kualitas dan potensi pasar yang baik. Tantangan berikutnya adalah bagaimana produk tersebut dikenal lebih luas melalui strategi pemasaran yang tepat, baik secara offline maupun digital,” ujar Mahessa dalam sesi pemaparan.
Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang konsisten serta membangun identitas produk yang lebih kuat agar mudah dikenali oleh calon pelanggan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang terdiri dari pelaku usaha mikro dan pengrajin anyaman bambu di Kecamatan Jambe. Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar pemasaran, pengembangan produk, hingga pemanfaatan platform digital untuk mendukung penjualan.
Selain sesi pembekalan materi, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang juga memberikan dukungan nyata bagi pengembangan usaha para pengrajin melalui penyerahan hibah berupa dua unit mesin jahit. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mendukung inovasi produk yang dihasilkan oleh para pelaku usaha.
Melalui kegiatan ini, Mahessa Erlangga berharap para pengrajin anyaman bambu di Kecamatan Jambe tidak hanya unggul dalam keterampilan produksi, tetapi juga semakin siap menghadapi persaingan pasar dengan kemampuan pemasaran yang lebih baik.
“Produk lokal akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang ketika kualitas dan pemasaran berjalan beriringan. Karena itu, UMKM perlu terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan pasar,” tutupnya.
( red )







