Jakarta | Antero.co – Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) melakukan silaturahmi dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), H. Ahmad Muzani, di Gedung MPR RI, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, PYM SPDB Brigjen Pol (Purn) Pangeran Drs. Edward Syah Pernong, S.H., M.H., selaku DK-001 MAKN sekaligus Sultan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Yang Dipertuan ke-23, mendapat kesempatan menyematkan selendang dan Pin MAKN kepada Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani.
Prosesi penyematan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan penghormatan, disaksikan sejumlah jajaran petinggi MAKN yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara Majelis Adat Kerajaan Nusantara dengan lembaga negara, sekaligus menyampaikan aspirasi mengenai pelestarian sejarah, adat istiadat, dan keberadaan kerajaan-kerajaan Nusantara.
MAKN Siapkan Pertemuan Nasional Raja-Raja Nusantara
Dalam pertemuan tersebut, MAKN menyampaikan rencana untuk menyelenggarakan silaturahmi nasional dengan mengundang seluruh raja dan perwakilan kerajaan dari berbagai wilayah Indonesia.
Bendahara Umum MAKN, Andi Rukman N. Karumpa (ARN), menyampaikan bahwa kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Gedung MPR RI dengan melibatkan anggota MPR serta sejumlah menteri terkait.
“Insya Allah, dalam waktu dekat kita akan mengadakan pertemuan silaturahmi nasional. Kami ingin mengundang seluruh raja di Nusantara untuk bersilaturahmi di Gedung MPR bersama anggota MPR dan menteri terkait,” ujar Andi Rukman.
Selain Ketua MPR RI, MAKN juga merencanakan mengundang Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rencana tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi antarkerajaan sekaligus memperkuat komunikasi antara para pemangku adat dengan pemerintah dan lembaga negara.
Minta Pemerintah Berikan Perhatian terhadap Revitalisasi Kerajaan
Tidak hanya membangun silaturahmi, MAKN juga menyampaikan aspirasi agar pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap keberadaan kerajaan-kerajaan di seluruh Indonesia.
Menurut MAKN, kerajaan Nusantara mempunyai nilai historis dan kontribusi penting dalam perjalanan sejarah serta perjuangan bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, keberadaan kerajaan beserta peninggalan sejarah, adat istiadat, dan kebudayaannya perlu mendapatkan perhatian serius melalui program pelestarian dan revitalisasi.
Andi Rukman menegaskan bahwa MAKN berharap pemerintah memberikan dukungan nyata agar warisan sejarah kerajaan Nusantara tidak terabaikan.
“Kerajaan-kerajaan di seluruh Nusantara harus menjadi perhatian pemerintah karena kerajaan merupakan bagian dari perjuangan bangsa ini. Kami meminta perhatian khusus untuk revitalisasi seluruh kerajaan Nusantara,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian dan revitalisasi kerajaan-kerajaan di Indonesia.
Menjaga Warisan Leluhur untuk Generasi Mendatang
MAKN memandang bahwa keberadaan kerajaan dan lembaga adat bukan semata-mata simbol sejarah, melainkan bagian dari identitas, jati diri, serta kekayaan kebudayaan bangsa Indonesia.
Melalui konsolidasi nasional, MAKN berharap seluruh kerajaan Nusantara dapat memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai luhur peninggalan leluhur, dan membangun sinergi dengan pemerintah.
Silaturahmi dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjadi salah satu langkah komunikasi MAKN dalam memperjuangkan aspirasi tersebut.
Penyematan selendang dan Pin MAKN oleh Pangeran Edward Syah Pernong kepada Ketua MPR RI juga menjadi simbol penghormatan dan persahabatan antara masyarakat adat, kerajaan Nusantara, dan lembaga negara.
Keberagaman adat dan budaya merupakan kekayaan bangsa. Menjaga warisan leluhur adalah bagian dari menjaga identitas Indonesia.
Sumber: Radarcom.id, pemberitaan 3 November 2026, serta dokumentasi kegiatan MAKN.
(BG)







