Serang | Antero.co – Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Keluarga Daerah Piaman (DPW PKDP) Provinsi Banten menggelar peringatan Milad ke-1 Tahun di Duce Function Hall, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dihadiri jajaran pengurus DPW, DPD, dan DPC PKDP se-Provinsi Banten, Bundo Kandung, alim ulama, tokoh masyarakat Piaman di perantauan, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan.
Turut hadir Ketua Umum DPP PKDP Dr. H. John Kennedy Aziz, S.H., M.H., Ketua DPW PKDP Provinsi Banten Dafrizal Caniago, S.T., Sekretaris Ruppidial, Bendahara Alfian, S.T., serta Ketua Pelaksana kegiatan Bundo Hj. Rika Martina, S.T. beserta jajaran panitia.
Dari unsur pemerintahan turut hadir Wakil Gubernur Banten H. Dimyati Natakusumah, S.H., M.H., perwakilan Pemerintah Kabupaten Serang melalui Kabag Kesra Rohiyat, serta sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi masyarakat.
Peringatan Milad dibuka dengan penampilan kesenian tradisional Tambua Tasa, yang merupakan salah satu ciri khas budaya Piaman. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari para tamu undangan sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan adat dan budaya Piaman di tanah rantau.
Milad ke-1 Tahun DPW PKDP Provinsi Banten mengusung tema “Bijak di Rantau, Paguno di Kampuang”, dengan semboyan adat Minangkabau “Mangumpuan Nan Taserak, Manyapuak Nan Tatingga”, yang bermakna mengumpulkan yang terserak dan menyatukan yang tertinggal.
Peringatan satu tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, kekompakan, serta konsolidasi organisasi warga Piaman yang berada di berbagai wilayah Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, Ketua DPW PKDP Provinsi Banten Dafrizal Caniago menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi selama satu tahun sekaligus mengajak seluruh warga Piaman untuk terus menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif di tanah rantau.
“Alhamdulillah, hari ini tepat satu tahun DPW PKDP Banten hadir di tanah jawara ini. Milad ke-1 ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk bermuhasabah. Apakah kita sudah benar-benar mangumpuan nan taserak. Apakah keberadaan kita di rantau Banten ini sudah bijak dan paguno,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa warga Piaman yang berada di perantauan harus mampu menjadi bagian dari masyarakat Banten dengan tetap menjaga adat, budaya, serta nama baik kampung halaman.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita harus menjadi bagian dari solusi di Banten. Di sisi lain, hasil dari rantau ini harus bisa kita bawa pulang untuk membangun kampung,” tambahnya.
DPW PKDP Provinsi Banten resmi dilantik untuk periode 2025–2030 pada 14 Juni 2025 di Horison Altama Pandeglang. Sejak terbentuk, organisasi telah menjalankan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, silaturahmi, serta pelestarian adat dan budaya Piaman.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antarwarga Piaman sekaligus memperkuat keberadaan organisasi sebagai wadah komunikasi dan kekeluargaan masyarakat Piaman di Provinsi Banten.
Dalam kesempatan tersebut, PKDP Banten juga mendorong program-program pemberdayaan masyarakat, termasuk penguatan ekonomi dan UMKM warga Piaman di berbagai wilayah Banten.
Ketua Umum DPP PKDP Dr. H. John Kennedy Aziz turut memberikan dukungan terhadap perjalanan dan penguatan organisasi PKDP di Provinsi Banten. Kehadiran jajaran pengurus dan tokoh Piaman dari berbagai wilayah menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam menjaga persaudaraan di perantauan.
Rangkaian kegiatan Milad ke-1 kemudian ditutup dengan doa bersama, pemberian cendera mata, pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, serta ramah tamah seluruh tamu dan warga Piaman yang hadir.
Melalui momentum Milad ke-1 Tahun ini, DPW PKDP Provinsi Banten berharap kebersamaan dan persatuan warga Piaman semakin kuat. PKDP juga berkomitmen untuk terus menjaga nilai adat dan budaya serta membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam memberikan kontribusi positif bagi Provinsi Banten.
“Bijak di Rantau, Paguno di Kampuang” menjadi semangat bersama untuk tetap menjaga persaudaraan, menghormati tanah rantau, dan tidak melupakan kampung halaman.
(Maesaroh)







