Pemkab Serang Dukung Inovasi Sople, Dorong Monetisasi Kreator Berbasis Performa di Tengah Disrupsi Industri

oleh

Serang | Antero.co – Pemerintah Kabupaten Serang menegaskan komitmennya dalam mendukung inovasi ekonomi digital melalui kehadiran platform monetisasi kreator berbasis performa, Sople, dalam kegiatan Serang Seminar Social Life Shopping di Hotel Horison Ultima Ratu Serang. Sabtu (18/04/26).

Dukungan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Serang, H. Sutaman, S.STP., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah.

Ia menekankan pentingnya transformasi digital sebagai salah satu solusi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di tengah tantangan ketenagakerjaan akibat disrupsi industri.

“Platform digital seperti ini merupakan karya anak bangsa yang harus didukung bersama karena mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Sutaman.

Kegiatan ini turut menghadirkan tokoh ekonomi digital internasional, Dato’ Sri Jasonn Tan, yang memaparkan besarnya potensi industri kreator di era digital, sekaligus pentingnya sistem monetisasi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Sople memperkenalkan skema monetisasi berbasis performa melalui sistem RPM (Revenue per Mille) yang lebih kompetitif. Model ini hadir sebagai alternatif atas ketergantungan kreator terhadap endorsement dan kerja sama brand, yang saat ini masih mendominasi hingga 80–95 persen sumber pendapatan kreator.

Sople menawarkan standar RPM sekitar Rp3.000, serta model premium hasil kolaborasi dengan Social Labs yang dapat mencapai Rp15.000. Skema ini mengusung sistem revenue sharing berbasis performa, sehingga memberikan peluang pendapatan yang lebih stabil bagi kreator.
Secara strategis, platform ini menyasar kreator top-tier yang membutuhkan kestabilan penghasilan, sekaligus membuka peluang pengembangan bagi kreator mid-tier.

Pendekatan ini diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Serang menilai kehadiran inovasi ini sangat relevan dalam menjawab tantangan penurunan tenaga kerja di sektor industri. Sutaman mencontohkan kondisi di PT Nikomas Gemilang, yang mengalami penurunan jumlah karyawan dari sekitar 75.000 menjadi 40.000 orang akibat gelombang PHK.

“Kondisi ini menjadi tantangan serius. Oleh karena itu, sektor informal berbasis digital perlu diperkuat sebagai alternatif sumber penghasilan masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, Sople menargetkan Indonesia sebagai pasar awal sebelum melakukan ekspansi ke tingkat regional. Platform ini membawa visi untuk membangun fondasi ekonomi kreator yang tidak lagi bergantung pada brand, melainkan berbasis performa dan keberlanjutan jangka panjang.

Dengan langkah tersebut, Sople optimistis dapat berkontribusi dalam membentuk masa depan industri konten digital yang lebih stabil, adil, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas.

(Saroh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.