Serang | Antero.co – Para petani di Desa Sukamanah, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, mengeluhkan kondisi saluran irigasi Kali Kopo yang semakin dangkal dan tidak terpelihara. Padahal, irigasi tersebut menjadi sumber utama kebutuhan air bagi persawahan setempat. Selasa (25/11/25).
Mayoritas masyarakat Sukamanah menggantungkan hidup pada sektor pertanian, terutama tanaman padi. Luasnya hamparan persawahan di daerah tersebut menuntut ketersediaan air yang stabil sepanjang musim.
Tokoh masyarakat Desa Sukamanah, H. Rais, menuturkan bahwa Kali Kopo dulunya merupakan sungai tua yang berfungsi penting sebagai penampung air saat kemarau dan percepatan aliran air saat musim hujan. Namun kondisi itu kini berubah.
> “Keluhan petani di daerah kami berkaitan dengan pengairan. Ada sungai yang terbengkalai tanpa pemeliharaan dari pemerintah desa maupun provinsi. Kali Kopo yang seharusnya menjadi saluran utama kini dangkal dan dipenuhi rumput tebal seperti hutan kecil,” ungkapnya.
Menurutnya, ketika Kali Kopo dalam kondisi normal, air dari Kampung Bojong dan persawahan di sekitarnya dapat mengalir lancar. Namun pendangkalan yang terjadi membuat pengairan tersendat dan menyulitkan petani mengairi sawah mereka.
Di lokasi yang sama, salah satu petani, H. Sanuki, menguatkan keluhan tersebut.
> “Kalau pemerintah desa dan daerah mau melakukan upaya perbaikan, sungai ini pasti bisa kembali berfungsi. Para petani akan lebih mudah mendapatkan air untuk irigasi, khususnya yang persawahannya dekat Kali Kopo,” ujarnya.
Para petani berharap pemerintah desa, daerah, hingga pusat dapat menindaklanjuti kondisi tersebut dengan melakukan normalisasi atau perbaikan irigasi agar Kali Kopo kembali hidup dan bermanfaat bagi pertanian.
(Muklis)





