Kabupaten Tangerang | Antero.co – Penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng di Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan publik. Seorang warga mengaku bahwa barcode (barkot) bansos atas namanya telah digunakan oleh orang lain untuk mengambil bantuan tersebut, Selasa (2/6/2026).
Informasi tersebut diperoleh awak media dari seorang warga berinisial ST. Ia menjelaskan bahwa Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada barcode bansos sesuai dengan data dirinya berdasarkan KTP.
“Saya menanyakan kepada staf Desa Pangkat yang bertugas dalam pendataan dan penandatanganan penerima bansos. Saya mendapat jawaban bahwa barcode saya sudah diambil atau sudah ditebus oleh orang lain. Setelah dicek, ternyata memang sudah ada tanda tangan penerima. Saya kemudian mencari bukti foto orang yang mengambil bantuan tersebut, dan ternyata benar barcode serta bansos atas nama saya telah diambil orang lain,” ujarnya.
Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Kuya, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti. Menurut ST, bantuan yang seharusnya diterima dirinya justru diambil oleh pihak lain karena barcode tidak pernah diserahkan kepadanya sebagai penerima yang sah.
Awak media kemudian mencoba mengonfirmasi Kepala Desa Pangkat melalui pesan singkat WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Di tempat terpisah, seorang staf desa berinisial A menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan dengan memberikan bantuan sesuai hak penerima.
“Penerima barcode bansos yang mengaku bantuannya diambil orang lain sudah kami kondisikan dan haknya sudah diberikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Media Center Jayanti, Bonai Supriyadi, berharap penyaluran bansos dari pemerintah pusat dapat dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
“Pembagian bansos harus transparan dan benar-benar sampai kepada penerima manfaat. Jangan sampai terjadi kelalaian dari petugas yang bertanggung jawab. Sebagai pelayan publik, mereka harus cepat merespons setiap persoalan yang muncul di masyarakat,” tegasnya.
(BG)






