Tanpa Bantuan Pemdes, Warga Cikande Jayanti Bangun Rumah Hampir Roboh dengan Biaya Sendiri

oleh -32 Dilihat
Tanpa Bantuan Pemdes, Warga Cikande Jayanti Bangun Rumah Hampir Roboh dengan Biaya Sendiri

Jayanti, Kabupaten Tangerang – Harapan besar akan adanya rasa kemanusiaan dari pemerintah desa (Pemdes) Cikande sirna sudah. Seorang warga harus merelakan uang tabungannya untuk membangun rumah yang hampir roboh, setelah tak kunjung mendapat bantuan dari pihak desa. Jum’at (29/08/25)

Seorang warga Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, yang identitasnya enggan dipublikasikan, mengalami kondisi memprihatinkan. Rumah yang selama ini ditempati bersama keluarganya nyaris ambruk karena lapuk dimakan usia.

Rumah tersebut hampir roboh, namun tidak mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah desa. Akhirnya, sang pemilik rumah memilih membangun ulang dengan biaya sendiri meski kondisi ekonominya serba terbatas.

Peristiwa ini terjadi di Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, salah satu wilayah yang masih banyak dihuni masyarakat berpenghasilan rendah.

Kejadian ini berlangsung beberapa pekan terakhir, ketika kondisi rumah sudah tidak layak huni dan membahayakan keselamatan penghuni.

Warga tersebut berharap adanya bantuan dari pemerintah desa melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) atau bantuan sosial. Namun, hingga rumah hampir roboh, bantuan tak kunjung datang. “Saya sudah mengajukan ke RT dan RW, tapi sampai sekarang tidak ada kabar,” ungkap pemilik rumah.

Karena khawatir rumah ambruk dan membahayakan keluarga, warga tersebut akhirnya menggunakan uang pribadi yang sebelumnya disiapkan untuk kebutuhan lain. “Saya pakai uang tabungan yang sebenarnya untuk sekolah anak,” ujarnya dengan nada sedih.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemdes Cikande belum memberikan keterangan terkait alasan tidak diberikannya bantuan kepada warga tersebut. Padahal, sesuai informasi, desa memiliki program perbaikan rumah layak huni yang bersumber dari dana desa maupun bantuan kabupaten.

Fakta ini mengundang pertanyaan besar: di mana rasa kemanusiaan aparat desa terhadap warganya yang sedang kesusahan? Beberapa warga sekitar mengaku prihatin karena hingga rumah hampir roboh, tidak ada bantuan datang. “Seharusnya pemerintah desa turun tangan, jangan diam saja,” kata salah satu tetangga.

(BG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.