Kabupaten Tangerang | Antero.co – Kondisi fasilitas umum di Stadion Mini Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan warga. Beton penyangga tower air yang berada di area stadion dilaporkan mengalami kebocoran dan rembesan air yang diduga telah berlangsung selama berbulan-bulan, namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan.
Kerusakan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama warga yang rutin memanfaatkan stadion sebagai sarana olahraga dan latihan sepak bola. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi bangunan yang mengalami keretakan dan rembesan air dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung apabila tidak segera ditangani.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat adanya retakan pada struktur beton penyangga tower air disertai rembesan yang terus mengalir. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan usia bangunan, paparan cuaca, serta minimnya pemeliharaan berkala. Meski demikian, penyebab pasti kerusakan masih memerlukan pemeriksaan teknis dari instansi berwenang.
Salah seorang warga sekaligus pengguna rutin fasilitas stadion mengungkapkan kekhawatirannya saat ditemui pada Jumat sore (6/11/2026).
“Sudah beberapa bulan ini kebocorannya tidak kunjung diperbaiki. Kami khawatir jika dibiarkan terus, struktur penyangganya bisa makin rapuh dan membahayakan keselamatan pengunjung stadion, terutama anak-anak yang berlatih di sini,” keluhnya.
Tak hanya berdampak pada kondisi bangunan, rembesan air dari tower tersebut juga disebut menimbulkan persoalan lain. Warga mengeluhkan tetesan air yang mengalir hingga ke jalan poros desa dan menyebabkan kerusakan pada badan jalan.
“Penampung air Stadion Mini bocor sehingga tetesan airnya mengakibatkan jalan poros desa kami rusak. Kami sampai merasa capek menambal jalannya,” ungkap warga.
Keluhan tersebut semakin ramai diperbincangkan di sejumlah grup WhatsApp warga Jayanti. Masyarakat mulai mempertanyakan tanggung jawab pengelola stadion serta keberadaan anggaran pemeliharaan fasilitas olahraga milik pemerintah tersebut.
Warga Pertanyakan Anggaran Perawatan
Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya tindakan perbaikan maupun pemasangan papan peringatan atau pembatas area di sekitar struktur beton yang mengalami kerusakan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan dan pemeliharaan fasilitas Stadion Mini Jayanti dilakukan oleh pihak terkait.
Warga mendesak Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang serta Pemerintah Kecamatan Jayanti agar segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah perbaikan.
Masyarakat juga meminta agar penggunaan anggaran pemeliharaan fasilitas Stadion Mini Jayanti dapat dijelaskan secara transparan, sehingga publik mengetahui sejauh mana perhatian pemerintah terhadap kondisi sarana olahraga yang digunakan masyarakat.
Stadion Mini Jayanti merupakan salah satu fasilitas olahraga penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, pemeliharaan dan perbaikan sarana tersebut dinilai tidak boleh diabaikan.
Warga berharap kerusakan beton penyangga tower air segera ditangani secara serius sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar, baik terhadap keselamatan pengunjung maupun kerusakan infrastruktur di lingkungan sekitar stadion.
Catatan: Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola Stadion Mini Jayanti maupun Disporabudpar Kabupaten Tangerang terkait kondisi kerusakan dan anggaran pemeliharaan fasilitas tersebut.
(Soleh)






