Kabupaten Tangerang | Antero.co – Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama angkat suara terkait pernyataan kontroversial Ketua BPD Sumur Bandung, Arda Bili, yang dinilai tidak berdasar dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Para tokoh menyayangkan sikap seorang pimpinan lembaga desa yang dianggap kurang hati-hati dalam memberikan keterangan di ruang publik. Senin (01/12/25).
Pernyataan Bili yang disampaikan tanpa verifikasi lapangan disebut telah menyesatkan warga dan memperkeruh situasi yang tengah sensitif menyangkut keluhan warga RW 01 soal dugaan pencemaran lingkungan.
Tak Ada Koordinasi, Dua Anggota BPD Keberatan
Tidak hanya warga, bahkan dua anggota BPD Sumur Bandung, Saeful Bahri dan Ian, menyatakan kekecewaannya. Mereka mengaku tidak pernah diajak berkoordinasi ataupun diberi penjelasan oleh ketua BPD sebelum pernyataan itu diucapkan.
Mereka menegaskan bahwa sikap tersebut tidak mencerminkan etika kepemimpinan dalam lembaga desa.
> “Salah satu tugas BPD adalah menampung aspirasi masyarakat. Dalam kasus ini, warga mengeluhkan bau, debu, dan kebisingan aktivitas perusahaan. Kami langsung berkomunikasi dengan RT, RW, dan Kadus untuk menggelar musyawarah bersama warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda. Semua dicatat dalam notula sebagai bahan laporan,” jelas Saeful Bahri.
Mereka menjelaskan bahwa proses dialog dilakukan agar persoalan dapat diselesaikan dari bawah sebelum mencuat lebih jauh. Proses audiensi dengan pihak perusahaan pun sudah dilakukan meski belum menghasilkan kesepakatan final.
Pernyataan Sepihak Soal CSR dan Pergantian RW Bikin Kaget Warga
Di tengah proses penyelesaian masalah, muncul pernyataan mendadak dari Ketua BPD kepada warga RT 03 yang menyebut adanya dukungan pembagian CSR sembako agar pabrik tetap beroperasi. Bahkan, disebut pula adanya pembahasan terkait pergantian Ketua RW, yang dinilai sama sekali tidak relevan dengan masalah utama.
Pernyataan tersebut sontak memperkeruh suasana dan menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama: “Tabayyunlah Sebelum Bicara”
Ustadz Didin, tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat, menyoroti bahwa Bili bukan warga yang tinggal di Kp. Sumur Bandung sehingga tidak mengetahui langsung kondisi di lapangan.
> “Pernyataan sepihak tanpa melihat situasi nyata jelas tidak berdasar dan justru memperkeruh suasana,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Jaro Wadi yang menilai pernyataan ketua BPD sebagai langkah gegabah.
> “Statemennya kacau, tidak bertanya dulu apa masalah sebenarnya. Warga RW 01 jelas mengeluhkan bau, debu, dan bising dari aktivitas perusahaan. Makanya tabayyunlah sebelum berucap. Contohkan yang baik, bukan bicara tanpa tahu akar masalah.”
Ketua BPD Klarifikasi
Di tempat terpisah, Arda Bili memberikan klarifikasi saat ditemui awak media di kediamannya. Ia menampik tudingan bahwa dirinya berniat mengarahkan pergantian RW ataupun membela perusahaan.
> “Saya waktu itu diundang warga dan diminta memberi sambutan. Terkait ucapan saya yang diekspos media, saya akan klarifikasi. Tidak ada niat menyinggung atau mengarahkan pergantian Ketua RW 01 Kp. Sumur Bandung,” jelasnya.
(BG)







